Suarademokrasi, Jakarta – PT Tirta Wana Semesta Kencana menegaskan komitmennya mendukung kebutuhan bahan baku industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia. Hal itu dilakukan melalui penguatan pasokan bahan baku olahan berbasis kentang, tapioka, hingga kacang polong.
Komitmen tersebut disampaikan saat perusahaan ikut ambil bagian dalam pameran Food Ingredients (FI) Asia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2026).
PT Tirta Wana Semesta Kencana merupakan pemegang lisensi sekaligus distributor produk bahan baku olahan pati (starch) asal Eropa, Emsland Group, di Indonesia.
Komisaris PT Tirta Wana Semesta Kencana, Heru Santoso, mengatakan kebutuhan terhadap bahan baku berkualitas menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan industri makanan olahan di Tanah Air.
“Produk-produk kami berbasis raw material kentang, tapioka, dan pea untuk kebutuhan industri makanan. Emsland sendiri berkolaborasi dengan pabrik di Thailand khusus untuk produk berbasis tapioka, dan sebagian besar produknya mengarah pada high-quality modification,” ujar Heru di sela FI Asia 2026.
Menurut Heru, perusahaan telah menjadi mitra resmi Emsland di Indonesia sejak 1998. Selama lebih dari 28 tahun, bisnis perusahaan dijalankan dengan skema business-to-business (B2B) dan distribusinya menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
Hadapi Tantangan Pasokan Kentang
Heru mengungkapkan industri bahan baku pangan turut menghadapi tantangan akibat kondisi cuaca ekstrem di sejumlah negara produsen, khususnya Eropa.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak terhadap produksi kentang yang menjadi salah satu bahan baku utama produk yang didistribusikan perusahaan.
“Beberapa waktu terakhir di Eropa ada penyerangan El Nino dan heatwave. Hal itu mempengaruhi jumlah produksi karena bahan baku kentang berkurang drastis, hampir 14 sampai 15 persen dari total kapasitas. Ini lumayan signifikan,” jelasnya.
Meski menghadapi tantangan pasokan, Heru mengatakan kapasitas produksi Emsland yang besar di kawasan Eropa menjadi salah satu faktor yang membantu menjaga ketersediaan produk untuk pasar Indonesia.
Dari sisi regulasi, ia memastikan produk yang diimpor telah memenuhi ketentuan yang berlaku di Indonesia, termasuk aspek kehalalan dan perizinan.
“Lisensi kami sangat lengkap. Mulai dari sertifikasi halal dari negara asal yang terdaftar di BPJPH, hingga izin edar dari BPOM, semuanya lengkap,” tegas Heru.
Perkuat Layanan ke Customer
Kehadiran PT Tirta Wana Semesta Kencana di FI Asia 2026 tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan produk. Perusahaan juga memanfaatkan ajang tersebut untuk bertemu langsung dengan pelanggan dan mendengar kebutuhan industri.
Heru mengatakan perusahaan ingin mengetahui secara langsung berbagai kendala teknis maupun persoalan suplai yang dihadapi para mitra bisnis.
“Target kami di pameran ini adalah tetap dekat dengan customer, menampung kendala teknis maupun suplai yang mereka hadapi, serta meningkatkan service,” ujarnya.
Dia berharap keberadaan perusahaan sebagai distributor bahan baku dapat terus membantu menjaga kelancaran industri makanan dan minuman nasional.
“Harapan kami tentu bisa terus menyokong industri domestik agar tetap berjalan bagus dengan kualitas memadai dan harga yang tetap terjangkau oleh masyarakat,” pungkas Heru. (L)

















