Suarademokrasi, Jakarta – Gelaran pameran bahan baku makanan dan minuman terbesar, Food Ingredients (FI) Asia 2026, resmi digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (16/9/2026). Ribuan pelaku industri makanan dan minuman dari dalam maupun luar negeri turut memadati event bergengsi ini, salah satunya perusahaan maklon asal tanah air, PT Cipta Anugerah Biotech.
Direktur PT Cipta Anugerah Biotech, Steven Wiryanto, mengungkapkan keikutsertaan pasukannya dalam ajang FI Asia 2026 ini berfokus pada penguatan branding serta memperluas jangkauan ke calon konsumen baru.
”Tujuan kita pameran di sini, kita pengin coba memberikan… mana tahu banyak yang belum kenal Cabio (Cipta Anugerah Biotech). Jadi kita pengin coba pameran di sini untuk lebih dikenal aja,” ujar Steven saat ditemui detikcom di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Sebagai perusahaan maklon yang berdiri sejak 2024, PT Cipta Anugerah Biotech membantu para pelaku usaha menghadirkan berbagai formulasi produk kesehatan dan kecantikan secara kustom (custom). Sediaan yang ditawarkan pun beragam, mulai dari bubuk, cairan, kapsul, hingga tablet.
beberapa jenis produk unggulan yang biasa diproduksi antara lain minuman fiber, minuman kolagen, susu protein untuk fitness, hingga vitamin.
”Lebih ke pabrik maklon, Pak. Jadi kita bantu konsumen kita untuk buatin produk-produk kayak minuman serbuk, minuman fiber, minuman kolagen, dan vitamin. Mau dalam sediaan serbuk, liquid, powder, kapsul, tablet, intinya semualah,” terang Steven.
Steven menjelaskan, bahan baku yang digunakan disesuaikan dengan permintaan serta kebutuhan dari setiap klien. Pihaknya siap memfasilitasi penggunaan bahan baku lokal maupun impor dari berbagai negara.
”Bahan ada yang dari Indonesia, ada yang dari impor. Tergantung konsumen, karena semua yang kita bikin tuh custom. Pemintaan dari konsumen misal mau barang dari Eropa, ya kita bisa bantu carikan,” tambahnya.
Meskipun tergolong pemain baru di industri maklon, PT Cipta Anugerah Biotech telah berhasil menembus pasar internasional. Selain melayani pasar domestik dan perusahaan swasta lokal, produk hasil maklon mereka juga telah merambah pasar ekspor hingga ke Dubai.
Saat ditanya mengenai target jangka pendek di ajang FI Asia 2026, Steven menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini bukan transaksi langsung, melainkan penguatan citra merek (brand awareness) serta mempererat silaturahmi dengan mitra bisnis.
”Karena kita sifatnya lebih B2B (Business to Business), harapan kita di pameran FI Asia kali ini lebih supaya branding dulu lah, supaya lebih dikenal lagi karena masih baru,” pungkas Steven. (L)

















