Suarademokrasi.co.id, Jakarta – Dalam Diskusi Publik yang diadakan oleh Organisasi Sahabat Pram di KFC Cikini pada hari Kamis Tanggal 20 November 2025, Pukul 13.30.WIB dan dihadiri oleh berapa pengamat diantaranya Pengamat Kebijakan Publik Bapak Amir Hamzah, SH. Pengamat Tata Kota dan Pekerja Migran KSPSI Bapak Yulidar. SE. M.M. Pengawasan dan Legeslasi Ibu Waode Herlina, S.I.P. M.M. Anggota DPRD DKI Jakarta, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Ibu, Yahana Kepala Bidang Penangan Transportasi dan Lalulintas, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Bapak.Bayu Aji Kepala Bidang Penataan Kota, Tokoh Betawi Bapak. Marsda Purn TNI. H. Achmad Sajili , Ketua Umum Sahabat Pram dan Sekaligus sebagai Pelaksana, Perwakilan Gubernur DKI Jakarta Kentye spekey Bapak Chico Hakim Bidang Informasi Publik Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Mengarah Diskusi Publik Ibu, Ratu Nissa. SH. M.M. sebagai Moderator , sedangkan dari Pihak Pelaksana Proyek Monorel Proyek Mangkrak PT. Adhi Karya tidak mau hadir dengan tidak jawaban , pada hal panitia diskusi publik telah mencoba mengonfirmasi kehadiran pihak PT. Adhi Karya tapi sayang tidak ada respon sama sekali.
Diskusi Publik ini bertujuan untuk menghimpun respon publik yang khusus nya masyarakat Jakarta mengenai keinginan Perintah Daerah Khusus Jakarta untuk membersihkan tiang tiang Monorel Proyek Mangkrak yang sudah terbengkalai selama dua puluh tahun lebih dan sudah seperti fosil – fosil purba yang berdiri kokoh di jalan Rasuna Said Kuningan dan jalan Asia Afrika.
Pengamatan kami selama tiga jam dalam mengikuti Diskusi Publik ini yang dilakukan oleh Sahabat Pram di KFC Cikini Menteng Jakarta Pusat bahwa Diskusi Publik bagus sekali dan berjalan lancar dengan aman serta antusias masyarakat Jakarta dalam mengikuti Diskusi Publik hari ini sangat baik untuk mengetahui respon yang di inginkan masyarakat Jakarta terhadap keinginan Pemerintah DKI Jakarta dalam membersihkan Tiang -;tiang Monorel Proyek Mangkrak.
Dalam Pemaparan para Narasumber dan Tanya jawab audens yang hadir terlihat masyarakat Jakarta sangat mendukung keinginan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta untuk membersihkan tiang – tiang monorel proyek mangkrak karena menurut Narasumber dan audens bahwa tiang – tiang monorel proyek mangkrak telah merusak keindahan Estetika Kota Jakarta dan menghambat lajunya lalulintas kendaraan dan Model Transportasi Monorel tidak relevan untuk kota Jakarta lagi , dikarenakan Jakarta telah memiiki dua modul transportasi yaitu Busway dan MRT dan telah berhasil mengurai kemacetan di jakarta dengan memindahkan masyarakat dari satu tempat ke tempat lainnya dengan cepat, Aman, Nyaman dan Efisien.
Diskusi Publik ini menghasilkan beberapa poin sebagai refrensi untuk disampaikan kepada Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta, Bapak Pramono Anung Wibowo agar segera melakukan langkah – langkah membersihkan Tiang – tiang monorel Proyek Mangkrak tersebut, Poin – poin yang dihasilkan sebagai berikut :
1. Masyarakat Jakarta Mendukung Pembersihan tiang – tiang Monorel yang merusak Keindahan – Estetika Kota Jakarta selama dua puluh tahun.
2. Mendukung langkah – langkah Gubernur Pramono Anung Wibowo yang sangat cekat dalam memahami kondisi Kota Jakarta yang semrawut.
3. Mendukung Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta Bapak. Pramono Anung yang telah melakukan kordinasi dengan pihak – pihak lembaga hukum mengenai tiang – tiang Monorel Proyek Mangkrak tersebut.
4. Meminta PT. Adhi karya untuk bertanggung jawab atas tiang – tiang Monorel tersebut dan jangan buang badan atau masalah kepada pihak lain atau Pemda DKI jakarta untuk membersihkan nya.
5. Meminta pihak Penegak hukum KPK, Kejaksaan Agung RI, dan Kepolisian untuk memeriksa PT. Adhi Karya yang menghambur – hamburkan uang negara yang tidak bertanggungjawab dalam Proyek Monorel Mangkrak tersebut.
Menurut penjelasan yang disampaikan Ketua Pelaksana Diskusi Publik Bung Ali Husen bahwa kegiatan ini dilakukan untuk menghimpun respon, Keinginan dan Pandangan publik terhadap rencana Pemerintah Daerah Khusus Jakarta untuk membersihkan tiang Monorel Proyek Mangkrak yang telah merusak Estetika Kota Jakarta selama dua puluh tahun lebih agar di kembali seperti sediakala karena Jakarta sedang disiapkan menuju Kota Global. Alhamdulilah hasil Diskusi Publik menambah refrensi kepada Pemda DKI Jakarta untuk segera melakukan langkah – langkah Pembersihan terhadap tiang – tiang Monorel tersebut.
Lebih lanjut Bapak, Chico Hakim selaku perwakilan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta yang hadir sebagai Keynote Speaker menjelas bahwa keinginan Pemda DKI Jakarta untuk membersihkan tiang tiang Monorel yang sudah terbengkalai lama itu karena sangat menganggu kenyamanan lalulintas masyarakat Jakarta dan telah melalui kajian mendalam yang kongrit serta melakukan kordinasi yang komprehensif dengan Lembaga – lembaga Penegak hukum terkait seperti Kejaksaan Tinggi Jakarta, KPK dan Kepolisian Daerah Jakarta mengenai tiang – tiang Monorel tersebut.
Hasil kordinasi dengan pihak – pihak Lembaga hukum Pemerintah Daerah Khusus Jakarta mendapat rekomendasi bahwa kegiatan Proyek Monorel tersebut adalah murni Bisnis to Bisnis atau Swasta dengan Swasta murni dan tidak melibatkan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta maupun Pemerintah Pusat.
Makanya secara Aspek Hukum telah Clear dan tidak ada persoalan Hukum dan Pemerintah Daerah Khusus Jakarta juga telah menyurati PT. Adhi Karya untuk segera melakukan pembersihan tiang – tiang Monorel Proyek Mangkrak tersebut sesuai waktu yang telah kami berikan, Namun jika sampaikan waktu yang kami alias Pemerintah Daerah Khusus Jakarta berikan kepada PT. Adhi Karya belum juga melakukan pembersihan tiang – tiang Monorel Proyek Mangkrak tersebut, ya terpaksa kami alias Pemda DKI Jakarta akan melakukan membersihan pada Tanggal 05 Januari 2026 tahun depan, Untuk itu kami juga minta doanya semua masyarakat Jakarta agar tahun depan tiang – tiang Monorel Proyek Mangkrak ini sudah bersih,” tandasnya. (L)

















