banner 728x250

Pesawat Berjenis ATR 42-500 Milik KKP Hilang Kontak Di Wilayah Kabupaten Maros Sulawesi Selatan

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Sebuah pesawat patroli milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dilaporkan hilang kontak saat melintasi wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut diketahui berjenis ATR 42-500 dan dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT).

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP, Pung Nugroho Saksono, memastikan bahwa pesawat yang tengah dicari merupakan bagian dari armada patroli kementerian.

“Benar, pesawat itu digunakan untuk kegiatan patroli KKP,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026). Di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada informasi pasti terkait kondisi para petugas yang berada di dalam pesawat. Proses pencarian masih berlangsung karena titik keberadaan pesawat belum berhasil ditemukan.

“Informasi kondisi awak belum dapat dipastikan karena pesawatnya belum ditemukan,” jelasnya.

KKP Siapkan Dukungan Personel Tambahan

Sebagai tindak lanjut, KKP memastikan keterlibatan aktif dalam proses pencarian dan pertolongan. Melalui Direktorat Jenderal PSDKP, kementerian tersebut akan mengirimkan personel untuk memperkuat tim SAR di lapangan.

“Kami akan menurunkan personel dan saya sendiri akan menuju lokasi untuk memantau langsung,” ungkap Pung Nugroho Saksono.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan koordinasi antarinstansi berjalan efektif serta mempercepat proses evakuasi apabila pesawat berhasil ditemukan.

Kemenhub: Pesawat Mengangkut 10 Penumpang dan Awak

Di tempat terpisah, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyampaikan bahwa pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT tersebut membawa 10 orang saat hilang kontak.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyebutkan jumlah tersebut terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang, namun detail identitas masih menunggu laporan resmi lanjutan.

Pesawat itu diketahui melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dengan pilot utama Capt. Andy Dahananto.

Pencarian Terfokus di Kawasan Karst Bantimurung

Hingga Sabtu sore, tim SAR gabungan masih memusatkan pencarian di kawasan Pegunungan Karst Bantimurung, Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros. Wilayah tersebut kini dijadikan sebagai pusat koordinasi atau posko utama Basarnas.

Operasi pencarian lanjutan direncanakan menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara yang bekerja sama dengan Basarnas guna menyisir area pegunungan yang sulit dijangkau lewat jalur darat.

NOTAM Diterbitkan, Cuaca Dilaporkan Cukup Kondusif

Sementara itu, AirNav Indonesia tengah memproses penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) sebagai bagian dari pengamanan ruang udara selama operasi SAR berlangsung.

Berdasarkan informasi awal, kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan cukup mendukung, dengan jarak pandang mencapai sekitar 8 kilometer dan cuaca relatif cerah berawan. Data cuaca tersebut masih terus dikonfirmasi melalui koordinasi dengan BMKG.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan bahwa koordinasi intensif terus dilakukan bersama Otoritas Bandara Wilayah V Makassar, AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI AU, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan pencarian berjalan maksimal.

Publik diharapkan bersabar menunggu perkembangan resmi sembari mendoakan agar seluruh awak dan penumpang pesawat dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. (Dika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *