Suarademokrasi, JAKARTA – Dalam rangka memastikan bahwa dirinya masih berada di garis Perjuangan Rakyat dan tetap berkomitmen terhadap pengungkapan kebenaran atas berbagai dugaan kebohongan yang dilakukan Jokowi, Jalih Pitoeng Hadiri aksi unjuk rasa terkait polemik Ijazah di depan Istana Wakil Presiden Republik Indonesia.
Ditengah keributan kecil dimana Aksi tersebut akan dibubarkan oleh pihak Kepolisian, Jalih Pitoeng menegaskan dalam orasinya bahwa penyampaian pendapat dimuka umum atau unjuk rasa merupakan hak konstitusional masyarakat yang dilindungi oleh undang-undang.
Dalam orasinya, aktivis kelahiran tanah Betawi yang pernah dituduhkan akan menggagalkan pelantikan presiden pada 2019 ini mengatakan bahwa dirinya hadir untuk memastikan bahwa Jalih Pitoeng masih konsisten dan memegang teguh komitmen perjuangan rakyat.
Selain itu dia juga menegaskan bahwa dia adalah merupakan warga negara yang mengadukan Jokowi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tentang berbagai dugaan kebohongan Jokowi.
Selain memberikan semangat kepada yang melakukan unjuk rasa, Jalih Pitoeng juga memberi semangat kepada kawan-kawan aktivis yang saat ini sedang ditersangkakan terkait polemik Ijazah Jokowi yang diduga Palsu.
“Kepada saudara-saudariku yang saat ini sedang ditersangkakan, tetap semangat,” ungkap Jalih Pitoeng, Rabu (28/01/2026).
“Karena tersangka belum tentu jadi terdakwa. Dan terdakwa juga belum tentu bersalah. Biarlah semua itu berproses dan kita rakyat akan mendukungnya,” tegas Jalih Pitoeng.
“Karena saya juga merupakan bagian dari korban yang telah mengalami hal yang sama,” katanya.
“Bahkan saya dan kawan-kawan pernah dituduh sebagai otak perencanaan penggagalan pelantikan presiden dan akan meledakan gedung DPR MPR pada 2019 yang lalu,” lanjut Jalih Pitoeng dalam orasinya.
“Bu Kurnia tuh adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam perjuangan mengungkap dugaan Pemilu curang pada 2019,” Jalih Pitoeng menegaskan.
“Dan hingga saat ini kita masih menunggu pertanggung jawaban Jokowi atas Residu Pemilu,” pinta Jalih Pitoeng.
Ditanya oleh wartawan terkait kehadiran Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis ke kediaman Jokowi di Solo, Jalih Pitoeng memilih tidak banyak komentar.
“Saya tidak mau berkomentar soal itu,” jawabnya singkat.
“Yang pasti aja, bahwa saya bersama bang Eggi Sudjana pernah mengadukan Jokowi ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas dugaan berbagai kebohongan Jokowi,” sambungnya.
“Jadi terkait pristiwa yang sangat viral saat ini tentang bang Eggi, biarlah masyarakat yang menilainya,” pungkas Jalih Pitoeng.


















