banner 728x250

UPH Tutup Rangkaian Natal Nasional 2025 Lewat Seminar Keluarga, Pendidikan, dan Kebangsaan

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Tangerang — Universitas Pelita Harapan (UPH) menjadi penutup rangkaian Natal Nasional 2025 melalui penyelenggaraan Seminar Nasional bertema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang digelar di Kampus Utama UPH Karawaci, Tangerang, Banten, Selasa (3/2/2026). Seminar ini tidak hanya menjadi ruang refleksi iman, tetapi juga forum dialog antara nilai keagamaan, pendidikan, dan arah pembangunan bangsa.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional lintas sektor, di antaranya Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, serta Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, DR. (H.C.) James T. Riady.

Dalam sambutannya, Maruarar Sirait menekankan bahwa penguatan keluarga harus berjalan seiring dengan pembangunan pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan. Ia mengaitkan tema seminar dengan visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam lima tahun ke depan yang menitikberatkan pada penguatan sains, teknologi, dan hilirisasi sumber daya alam.

“Indonesia tidak boleh terus menjual kekayaan alam dalam bentuk mentah. Kita harus mengolahnya dengan sains dan teknologi agar memiliki nilai tambah dan kedaulatan ekonomi,” ujar Maruarar.

Ia menegaskan bahwa penguasaan riset dan teknologi menjadi syarat agar Indonesia mampu berdiri sejajar dan tidak mudah ditekan oleh negara lain. Menurutnya, agenda tersebut memerlukan dukungan serius dari dunia pendidikan tinggi.

Maruarar juga berbagi pengalaman pribadi sebagai orang tua, menyoroti peran pendidikan dalam membentuk karakter dan keberanian moral generasi muda. Ia menyebut lingkungan pendidikan yang sehat mampu menumbuhkan persaudaraan, integritas, serta keberanian untuk melakukan hal yang benar.

“Banyak orang tahu kebenaran, tetapi tidak berani menjalankannya. Dunia pendidikan harus melahirkan generasi yang berani secara moral dan tidak kompromi terhadap nilai,” katanya.

Sebagai Ketua Panitia Natal Nasional 2025, Maruarar memaparkan bahwa penyelenggaraan Natal Nasional tahun ini mengikuti arahan Presiden agar dilakukan secara sederhana namun berdampak nyata. Rangkaian kegiatan Natal Nasional telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia melalui seminar, bantuan sosial, dan pembangunan fasilitas publik.

Beberapa program yang telah direalisasikan antara lain penyaluran bantuan pendidikan, renovasi rumah ibadah, pembangunan infrastruktur di Papua, distribusi Alkitab, bantuan kesehatan, hingga respons cepat terhadap bencana alam. Seminar di UPH menjadi kegiatan terakhir sebelum penyampaian laporan akhir panitia.

Sementara itu, Rektor UPH Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., menyampaikan bahwa UPH merasa terhormat dipercaya menjadi tuan rumah penutup rangkaian Natal Nasional 2025. Ia menegaskan bahwa tema seminar sejalan dengan komitmen UPH dalam menempatkan keluarga dan pendidikan sebagai fondasi pembangunan bangsa.

“Natal bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum untuk kembali meneguhkan peran keluarga dalam mendidik generasi yang berkarakter, beriman, dan berintegritas,” ujarnya.

Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan, James T. Riady, dalam refleksinya mengajak peserta melihat makna keselamatan secara lebih mendalam. Ia menekankan bahwa pelayanan sosial dan pendidikan merupakan sarana untuk menghadirkan pemulihan yang lebih utuh bagi manusia.

“Mujizat terbesar bukan hanya kesembuhan fisik, tetapi pemulihan hubungan manusia dengan Tuhan. Di situlah makna sejati keselamatan,” tuturnya.

Seminar nasional ini juga menghadirkan pandangan lintas perspektif dari Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antara negara, institusi pendidikan, dan masyarakat dalam membangun bangsa berbasis nilai, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan.

Dengan berakhirnya seminar ini, rangkaian Natal Nasional 2025 resmi ditutup, meninggalkan pesan kuat tentang peran keluarga, pendidikan, dan iman sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang berkeadaban. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *