banner 728x250

Indonesia Eco Jamboree 2026: KALIRA Dorong Zero Waste Dimulai dari Keluarga

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta — Perubahan besar dalam menjaga lingkungan hidup berawal dari langkah paling sederhana: kesadaran individu dan keluarga. Pesan inilah yang mengemuka dalam Indonesia Eco Jamboree 2026 melalui Seminar Nasional bertema “Zero Waste Lifestyle: Langkah Kecil untuk Perubahan Besar” yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jumat (6/2/2026).

Ketua Umum Komunitas KALIRA (Konservasi Alam dan Lingkungan Indonesia Raya), Hj. Waskita Rini, S.S., M.B.A, menegaskan bahwa gaya hidup ramah lingkungan tidak dapat hanya bergantung pada kebijakan, melainkan harus tumbuh dari kebiasaan sehari-hari di rumah dan lingkungan terdekat.

“Kesadaran menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri, lalu mengakar di keluarga, dan menyebar ke komunitas. Dari situlah perubahan nyata bisa terjadi,” ujar Waskita Rini dalam sambutannya.

Ia menyampaikan bahwa seminar ini menjadi bagian dari perjalanan panjang KALIRA yang telah berdiri sejak 2011 dan konsisten bergerak di bidang edukasi, advokasi, serta kolaborasi lingkungan hidup.

Selama lebih dari satu dekade, KALIRA aktif mendorong praktik hidup berkelanjutan melalui berbagai kegiatan, baik berskala nasional maupun lokal.
Menariknya, Waskita Rini menyoroti karakter khas KALIRA sebagai komunitas lingkungan yang tumbuh dari ikatan kekeluargaan.

Banyak anggota KALIRA berasal dari satu keluarga—mulai dari pasangan suami istri, orang tua dan anak, hingga kerabat—yang terlibat bersama dalam gerakan konservasi.

“KALIRA bukan sekadar komunitas, tapi keluarga besar. Nilai kepedulian terhadap lingkungan kami tanamkan bersama, dari rumah, dari orang tua ke anak,” katanya.

Menurutnya, kekuatan kebersamaan dan solidaritas menjadi modal utama KALIRA untuk terus bergerak di tengah berbagai keterbatasan. Ia menekankan bahwa upaya menjaga lingkungan tidak selalu harus spektakuler, namun menuntut konsistensi dan ketulusan.

Indonesia Eco Jamboree 2026 turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang lingkungan. Dr. Sri Wahyono, S.Si., M.Si, Peneliti Ahli Utama Bidang Persampahan dari Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih BRIN, memaparkan kondisi dan tantangan pengelolaan sampah nasional.

Sementara itu, Ibar Furqonul Akbar, Juru Kampanye Zero Waste Greenpeace Indonesia, mengulas strategi penerapan gaya hidup zero waste di tengah realitas sosial masyarakat Indonesia.

Melalui forum ini, KALIRA berharap terbangun kolaborasi yang lebih luas antara komunitas, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Lebih dari itu, KALIRA mendorong masyarakat untuk menjadikan gaya hidup ramah lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab kolektif demi masa depan Indonesia yang berkelanjutan. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *