Suarademokrasi, Jakarta – Direktur PT Lotus Lingga Pratama (LLP), Ivan Wibawa Lingga, optimistis minat investasi emas dan perhiasan tetap tumbuh meski kondisi ekonomi nasional menghadapi tantangan. Hal itu disampaikannya saat hari pertama Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (12/2/2026).
Ivan menilai penyelenggaraan pameran bertepatan dengan momentum perayaan Imlek hingga Ramadan dan Idulfitri 2026, yang biasanya mendorong peningkatan pembelian emas oleh masyarakat.
“Menjelang bulan puasa dan Idulfitri, minat masyarakat terhadap emas biasanya meningkat. Apalagi harga emas cenderung naik, sehingga ini menjadi momen yang baik bagi konsumen untuk berinvestasi,” ujarnya kepada wartawan.
Dalam pameran yang berlangsung 12–15 Februari 2026 tersebut, PT Lotus Lingga Pratama menghadirkan beragam koleksi perhiasan emas, berlian, serta logam mulia. Produk yang ditawarkan tidak hanya mengedepankan desain, tetapi juga nilai investasi jangka panjang.
Menurut Ivan, emas masih menjadi instrumen investasi yang relatif aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Karena itu, pihaknya menilai pasar perhiasan tetap memiliki prospek positif.
Selain itu, LLP juga menyiapkan peluncuran produk spesial bertema event sepak bola internasional 2026. Produk tersebut diharapkan mampu menarik minat pasar domestik maupun mancanegara.
“Kami berharap animo pasar bukan hanya dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri karena ini terkait momentum internasional,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap dunia usaha, sekaligus berharap regulasi semakin kondusif agar pelaku industri perhiasan dapat berkembang dan membuka lebih banyak lapangan kerja.
Keikutsertaan LLP di JIJF 2026 disebut sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi di industri perhiasan nasional sekaligus mendorong masyarakat melihat emas sebagai instrumen investasi. (L)


















