Suarademokrasi, Jakarta – Sekretaris Jenderal Front Pemuda Maluku (FPMM), Mansyur Husein, menekankan pentingnya momentum Halal Bihalal sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi lintas organisasi kemasyarakatan (ormas).
Hal itu disampaikan Mansyur usai menghadiri kegiatan Halal Bihalal 1447 H/2026 M yang digelar di Kafe JFS, depan Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026).
Mansyur hadir mewakili Ketua Umum FPMM Umar Key yang berhalangan hadir. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, khususnya Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (DPC GRIB) Jakarta Timur.
“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, khususnya DPC GRIB Jakarta Timur. Kegiatan ini sangat penting sebagai momentum pasca-Ramadan dan Idul Fitri, di mana banyak yang belum sempat bersilaturahmi karena kesibukan masing-masing,” kata Mansyur.
Menurut Mansyur, Halal Bihalal tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga memiliki makna strategis dalam mempererat hubungan antarormas, tokoh masyarakat, dan pemerintah setempat.
“Momentum ini menjadi ruang untuk bertemu, bersalaman, saling memaafkan, sekaligus membangun kembali komunikasi yang mungkin sempat terputus,” ujarnya.
Ia menilai komunikasi yang terjalin melalui kegiatan seperti ini penting untuk menjaga stabilitas sosial, khususnya di wilayah Jakarta Timur.
Selain itu, Mansyur menekankan pentingnya kolaborasi antara ormas dan pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah. Ia menyebut, sinergi yang sudah terjalin selama ini perlu terus diperkuat.
“Sinergi dengan pemerintah harus terus dijaga agar setiap persoalan di masyarakat bisa diselesaikan bersama. Ormas harus menjadi bagian dari solusi, bukan memperkeruh keadaan,” tegasnya.
Mansyur juga menyoroti stigma negatif terhadap ormas yang kerap dikaitkan dengan premanisme. Ia menilai persepsi tersebut perlu diluruskan melalui kegiatan yang positif dan edukatif.
“Ormas memiliki landasan hukum yang jelas. Kita harus ubah persepsi masyarakat dengan kegiatan positif seperti olahraga, kegiatan sosial, dan pembinaan generasi muda,” ungkapnya.
Ia pun mendorong keterlibatan generasi muda dalam organisasi agar dapat berkontribusi secara positif.
“Generasi muda harus dilibatkan dan diberikan contoh yang baik agar tidak salah arah,” tambahnya.
Di akhir, Mansyur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga tradisi Halal Bihalal sebagai bagian dari budaya bangsa yang sarat nilai persatuan.
“Ini bukan sekadar seremoni, tapi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat kebersamaan. Jika komunikasi terus terbangun, maka kondisi masyarakat akan semakin harmonis,” pungkasnya. (L)



















