banner 728x250

Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia Digelar di Jakarta, Perkuat Perjuangan Penambang Tradisional

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta, 3 Mei 2006 — Semangat kebersamaan dan tekad untuk bangkit mewarnai Deklarasi Nasional Ampetra Indonesia (Asosiasi Masyarakat Penambang Tradisional Indonesia) yang digelar di Jakarta, Minggu (3/5/2006). Mengusung tema “Bersatu, Berdaya, Berkarya untuk Penambang Tradisional Indonesia”, kegiatan ini menjadi tonggak penting lahirnya gerakan kolektif penambang tradisional di tingkat nasional.

Acara diawali dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus Ampetra Indonesia yang berlangsung tertib dan khidmat. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa organisasi lebih progresif dan adaptif.

Ketua Panitia yang juga Sekretaris Jenderal Ampetra, H. Masywir Arif, SH, MH, mengatakan deklarasi ini merupakan hasil kerja sama berbagai elemen yang peduli terhadap masa depan penambang tradisional.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi langkah strategis untuk konsolidasi nasional. Kami ingin menyatukan potensi penambang tradisional dari berbagai daerah dalam satu wadah yang kuat dan terstruktur,” ujarnya.

Ia menambahkan, Ampetra ke depan akan fokus pada peningkatan kapasitas anggota, penguatan advokasi kebijakan, serta membangun kemitraan dengan pemerintah dan sektor swasta.

“Kami berharap penambang tradisional bisa lebih sejahtera dan memiliki kepastian hukum dalam menjalankan aktivitasnya,” lanjutnya.

Dalam rangkaian acara, dilakukan penyerahan bendera pataka organisasi kepada Ketua Umum Ampetra, Yusran, sebagai simbol amanah kepemimpinan.

Dalam sambutannya, Yusran menegaskan Ampetra hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh penambang tradisional di Indonesia.

“Ampetra adalah wadah perjuangan bersama. Kita bersatu untuk maju dan bermartabat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan berbagai pihak agar kebijakan yang dihasilkan dapat berpihak kepada penambang tradisional yang memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional.

Acara semakin hangat dengan prosesi penghormatan kepada tamu undangan melalui pengalungan selendang oleh Ketua Dewan Pembina Ampetra, sebagai simbol persaudaraan dan komitmen kolaborasi.

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Ampetra Indonesia dengan sejumlah mitra strategis sebagai langkah konkret dalam mendorong pemberdayaan dan perlindungan penambang tradisional.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Antusiasme peserta mencerminkan optimisme terhadap masa depan penambang tradisional yang lebih baik.

Melalui deklarasi ini, Ampetra Indonesia diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam memperkuat posisi penambang tradisional agar lebih terorganisir, berdaya, dan memiliki daya tawar yang kuat dalam sistem ekonomi nasional. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *