banner 728x250

Spirit Kebangkitan Nasional Menjadi Dasar Bangsa Indonesia Untuk Berbenah

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Ketua Umum Laskar Patriot Pembela Pancasila, Apandi Tondowatu, menilai berbagai persoalan yang tengah dihadapi Indonesia saat ini berakar dari lemahnya integritas dan tidak konsistennya penegakan hukum. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak luas terhadap krisis ekonomi, politik, moral, hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.

“Ketika integritas melemah dan hukum tidak ditegakkan secara adil, maka dampaknya akan menjalar ke semua sektor, mulai dari ekonomi, politik, hingga kehidupan sosial masyarakat,” kata Apandi dalam keterangannya, Selasa (20/5/2026).

Apandi mengatakan pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi tersebut. Salah satunya dengan memperkuat pengawasan serta menindak tegas berbagai praktik ilegal, termasuk tambang ilegal yang dinilai merugikan negara dan merusak lingkungan.

Menurut dia, penegakan hukum harus dilakukan secara adil tanpa pandang bulu agar masyarakat kembali percaya terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga kepentingan publik.

“Penegakan hukum harus benar-benar tegas dan tidak boleh tajam ke bawah, tumpul ke atas. Kepercayaan masyarakat akan kembali jika hukum ditegakkan dengan adil,” ujarnya.

Selain pemerintah, Apandi menilai masyarakat juga memiliki peran penting dalam proses pembenahan bangsa. Ia meminta masyarakat aktif melakukan kontrol sosial dengan melaporkan berbagai pelanggaran yang terjadi di lingkungan sekitar.

“Pembenahan negara tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat melalui kontrol sosial yang aktif,” katanya.

Dalam bidang ekonomi, Apandi menyoroti masih tingginya ketimpangan pendapatan dan sulitnya masyarakat memenuhi kebutuhan dasar. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan pengelolaan sumber daya nasional belum berjalan optimal dan belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang besar, tetapi jika pengelolaannya tidak berpihak kepada rakyat, maka ketimpangan akan terus terjadi,” ujarnya.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional, lanjut Apandi, seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk melakukan perubahan sikap. Ia menekankan pentingnya memperkuat nilai gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian sosial demi keluar dari berbagai krisis yang dihadapi bangsa.

“Pemimpin harus memberi teladan, pejabat harus bekerja dengan integritas, dan masyarakat harus menjaga persatuan serta kepedulian sosial. Tanpa perubahan sikap secara bersama, sulit bagi bangsa ini untuk keluar dari lingkaran krisis,” tutupnya. (L/Barley)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *