Suarademokrasi, Jakarta – Pelantikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi Anak Betawi (FORKABI) Periode 2026–2031 menjadi momentum penting bagi masyarakat Betawi untuk memperkuat persatuan, melestarikan budaya, serta meningkatkan peran organisasi dalam pembangunan Jakarta. Sejumlah tokoh Betawi yang hadir, di antaranya Neneng A Tuty dan Bang Jalih Pitoeng, menyampaikan harapan agar kepengurusan baru mampu membawa FORKABI semakin maju dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Neneng A Tuty yang hadir mewakili H. Hutomo Mandala Putra atau yang lebih dikenal Tommy Soeharto, sangat mengapresiasi kemeriahan sekaligus makna dari pelantikan tersebut. Menurutnya, pelantikan bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi pengurus baru untuk bekerja secara nyata dalam menjaga dan mengembangkan budaya Betawi.
“Saya melihat pelantikan hari ini sangat luar biasa. Esensinya bukan hanya melantik pengurus, tetapi bagaimana setelah ini FORKABI benar-benar bekerja untuk masyarakat dan budaya Betawi,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).
Mantan ketua umum Partai Berkarya ini juga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung, dapat memberikan perhatian lebih terhadap pelestarian budaya Betawi dan membuka ruang yang lebih luas bagi para pelaku seni serta budaya untuk terus berkarya.
“Siapa pun gubernurnya, harapan kami tetap sama, yaitu memberikan perhatian kepada masyarakat dan kebudayaan Betawi. Budaya Betawi adalah identitas Jakarta yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” kata Neneng.
Sementara itu, tokoh Betawi Bang Jalih Pitoeng berharap kepengurusan DPP FORKABI yang dipimpin H. Achmad Azran, S.E. mampu membawa organisasi menjadi lebih maju, profesional dan akuntabel serta semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ketua umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) ini juga menegaskan bahwa FORKABI harus lebih mengedepankan program-program yang bersifat substantif, terutama dalam penguatan budaya Betawi sesuai amanat undang-undang tentang penguatan dan pemajuan budaya.
“Saya melihat bahwa acara pelantikan ini sangat sederhana namun penuh jimat,” ungkap Bang Jalih Pitoeng.
“Dimana sebagian besar dihadiri oleh pengurus DPP dan pengurus DPD, DPC, DPRT se Jabodetabek,” kata Jalih Pitoeng.
“Oleh karena itu, usai pelantikan ini kita berharap FORKABI tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi lebih menitikberatkan pada kegiatan-kegiatan yang secara esensial benar-benar menjadi organisasi yang mampu meningkatkan kualitas, pelestarian, dan kemajuan budaya Betawi sebagai akar budaya lokalnya,” lanjutnya.
Bang Jalih Pitoeng juga menyampaikan harapan kepada Gubernur DKI Jakarta agar dapat menjadi perekat seluruh organisasi masyarakat Betawi yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Menurutnya, persatuan menjadi kunci agar aspirasi masyarakat Betawi dapat diperjuangkan secara lebih kuat.
“Kami berharap agar pemerintah dapat menjadi bonder guna membantu menyatukan seluruh elemen dan organisasi Betawi. Perbedaan organisasi adalah hal yang wajar, tetapi kepentingan budaya Betawi harus tetap menjadi prioritas bersama,” pintanya.
Pendiri Jalih Pitoeng Centre yang selama beberapa tahun mengamati dinamika sosial, ekonomi, politik dan budaya di tanah Betawi ini menilai bahwa masyarakat Betawi memiliki potensi yang sangat besar. Baik dari sisi sosial, ekonomi, politik maupun budaya.
Dengan jumlah masyarakat yang signifikan di Jakarta, Bang Jalih berharap potensi tersebut dapat diberdayakan melalui sinergi yang baik antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen Betawi.
Pelantikan DPP FORKABI Periode 2026–2031 pun menjadi simbol semangat baru untuk memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya, serta meningkatkan kontribusi masyarakat Betawi dalam pembangunan Ibu Kota. Dengan kepengurusan baru di bawah H. Achmad Azran, S.E., FORKABI diharapkan mampu menjadi organisasi yang semakin solid, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Betawi maupun Jakarta secara keseluruhan. (L)


















