Suarademokrasi, JAKARTA – Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun, dirayakan dan dimeriahkan oleh masyarakat di seluruh tanah air dengan berbagai acara. Mulai dari upacara, tasyakuran, berbagai lomba dan hiburan.
Salah satu dari Generasi Z dalam pembacaan puisi karya Taufik Ismail, mengungkapkan “Aku Malu Jadi Anak Indonesia”
Saat ditanya wartawan mengapa dirinya memilih puisi tersebut, Randy Ahmadi Jalih mengatakan bahwa itu adalah ekspresi kekecewaan yang disampaikan dalam bentuk puisi.
“Ini adalah ekspresi kekecewaan kami para generasi muda dalam menyaksikan berbagai peristiwa di negeri ini,” ungkap Randy, Senin (17/08/2026).
“Apalagi maraknya korupsi yang sangat mengecewakan hati rakyat saat ini,” lanjutnya.
Putra dari aktivis Betawi Jalih Pitoeng tersebut juga menyampaikan rasa malu nya ketika kawan-kawan nya dari berbagai negara menanyakan tentang Indonesia.
“Kadang saya malu saat kawan-kawan saya dari Rusia, Korea, China, Jepang dan beberapa negara eropa lainnya, ketika mereka bertanya tentang isyu-isyu yang sedang viral di Indonesia,” kata Randy.
“Namun karena papa mengajarkan untuk tidak berbohong, maka saya sampaikan apa adanya,” lanjutnya.
Ditanya bagaimana hubungannya dengan sang ayah yang mencintai dunia aktivis, Randy menjawab santai sambil senyum kecil.
“Papa itu orangnya sangat keras dan idealis serta kokoh terhadap prinsip dan pendiriannya,” kata Randy.
“Tapi papa juga sangat objektif dan argumentatif. Kita sering diskusi bahkan keras berdebat di teras, ujungnya berakhir di meja dimakan,” kata Randy menjelaskan.
“Dan papa banyak membekali saya buku-buku penting. Seperti ‘Di bawah Bendera Revolusi, hingga buku kekinian tentang kondisi Indonesia saat ini yaitu ‘Prahara Bangsa’ karya om Ichsanuddin Noorsy,” ucapnya.
“Karena papa ingin mewariskan buku dan ilmu pada anak-anaknya serta semangat dalam memperjuangkan rakyat yang lemah” pungkasnya. (L)


















