SD, Jakarta, 20 Juli 2024 – Pembentukan Satgas Pemberantasan barang Ilegal / Import Ilegal membuat seluruh pedagang kecil di Indonesia merana dan merugi terutama pedagang Thrifting yang menjadi korban dan selalu di korbankan karena rakyat kecil yang menjadi anak tiri di negeri sendiri dan tidak perlu di bela apalagi di kasihani.
Salah satu Aktivis yang selalu membela rakyat kecil Oscar Pendong harus angkat suara di karenakan merasa sangat Kasihan melihat penderitaan para pedagang kecil / Thrifting yang selalu di jadikan korban atas sebuah kebijakan Pemerintah yang tidak pro rakyat kecil yang seharusnya sudah menjadi tugas pemerintah menjaga kestabilan, ketertiban, pengawasan, kontrol, serta pembatasan akan masuknya barang-barang ilegal yang akhirnya membuat Dumping harga di dalam negeri dan berdampak besar bagi para pedagang kecil yang sudah membeli barang-barang mereka kepada toke – toke atau biasa di sebut boss ball untuk mereka jual dan mencari nafkah buat keluarga, tidak adanya perhatian dari pemerintah membuat para pedagang kecil harus merugi bahkan mata pencaharian mereka sehari – hari mati,” ujar Oscar Pendong kepada awak media online suarademokrasi.co.id di Jakarta, Sabtu 20/7/24.
Lebih lanjut Oscar Pendong menyampaikan, Dengan adanya Satgas yang di bentuk oleh pemerintah membuat para pedagang kecil takut menjual barang dagangannya di karenakan adanya issue akan di gerebek dan di sita barang dagangan mereka, saya sangat menyayangkan tidak adanya sosialisasi yang harusnya di lakukan terlebih dahulu kepada para pelaku usaha kecil menengah, bukannya membiarkan issue yang terjadi berkembang hingga hampir di seluruh Indonesia baik pedagang yang berjualan di Mall-mall dan di pasar – pasar tradisional memilih tutup bahkan tidak mau menjual barang dagangannya di karenakan takut akan di tangkap dan di sita,” ungkapnya.

Oscar Pendong menambahkan, Padahal mereka para pedagang tidak salah, harusnya Pemerintah peka terhadap para pedagang kecil dan memberikan sosialisasi kepada pedagang Thrifting mengenai kebijakan maupun langkah – langkah yang mau di ambil pemerintah menyikapi maraknya barang Ilegal, ajak para pedagang kecil / thrifting duduk bersama berdialog atau apapun bahasanya yang bisa membuat para pedagang tersebut mengerti, memahami bahkan mau mengikuti kebijakan yang akan di ambil pemerintah bukan membiarkan mereka seakan-akan kena Prank yang menyebabkan kerugian bahkan ketakutan untuk berjualan,” paparnya.
Perlu masyarakat yang ada di Indonesia mengetahui bahwasanya para pedagang thrifting di Indonesia sudah melewati hampir 4 generasi di negeri ini dalam mencari nafkah buat keluarga, yang mana keberadaan mereka tidak bisa serta merta di larang berjualan, mereka pun berjualan sudah mempunyai tempatnya sendiri di setiap propinsi di Indonesia dan tidak berbaur dengan pedagang lokal yang berjualan di Mall-mall,” jelasnya.
Saya sebagai Aktivis yang peduli dengan nasib mereka terus berupaya agar pemerintah mau mendengarkan keluh kesah serta jeritan hati mereka, semoga pemerintah bijaksana dalam menyikapi keinginan para pedagang kecil dan pedagang thrifting di Indonesia,” pungkas Oscar Pendong yang sekaligus menjadi Sekjend Himpunan Pedagang Pakaian Import Indonesia (HP2i2). (LI)

















