Suarademokrasi, Jakarta – Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) kembali menyelenggarakan CEO Forum sebagai agenda strategis tahunan yang mempertemukan para pimpinan perusahaan suplemen kesehatan dari seluruh Indonesia. Forum eksklusif ini menjadi ruang dialog bagi para CEO dan direktur untuk membahas dinamika industri, peluang kolaborasi, serta tantangan yang dihadapi sektor suplemen kesehatan nasional, bertempat di Hotel Pullman Jakarta 28/1/26.
APSKI yang telah berdiri selama 27 tahun saat ini menaungi sekitar 90 perusahaan anggota, mencakup pelaku manufaktur, penyedia bahan baku, hingga industri pendukung seperti kemasan. Seluruh anggota memiliki keterkaitan langsung dengan rantai pasok industri suplemen kesehatan di Tanah Air.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Suplemen Kesehatan Indonesia (APSKI) Decky Yao menyampaikan, CEO Forum yang rutin digelar setiap Januari ini tidak berorientasi pada target komersial jangka pendek, melainkan difokuskan pada penguatan komunitas industri dan penyelarasan visi jangka panjang. Dalam forum tahun ini, APSKI mencermati kondisi industri yang sempat mencatat pertumbuhan rata-rata sekitar 8 persen pada periode sebelumnya, meski dihadapkan pada tekanan ekonomi global dan geopolitik. Namun demikian, kebutuhan masyarakat terhadap kesehatan dinilai tetap menunjukkan tren positif.
“Dalam kondisi ekonomi apa pun, kesehatan tetap menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia. Pasca pandemi COVID-19, kesadaran akan pencegahan penyakit meningkat signifikan. Upaya preventif dinilai lebih efektif dan terjangkau dibandingkan pengobatan,” ungkap Ketua Umum APSKI Decky Yao.
Suplemen kesehatan, khususnya yang berfungsi mendukung daya tahan tubuh, masih menjadi pilihan masyarakat dalam menjaga kesehatan secara preventif.
Pada kesempatan tersebut, Ketua APSKI Decky Yao juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pemilihan produk suplemen yang aman dan legal. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih teliti sebelum mengonsumsi produk kesehatan.
“Pastikan produk memiliki izin edar resmi, periksa kemasan dan tanggal kedaluwarsa. Produk ilegal yang tidak terdaftar berpotensi menimbulkan risiko kesehatan yang serius,” tegas Decky.
CEO Forum APSKI 2026 turut menghadirkan Sandiaga Uno, yang memberikan sambutan dan arahan kepada para pelaku usaha suplemen kesehatan. Dalam pesannya, Sandiaga menyampaikan optimisme terhadap prospek industri di tengah tantangan global.
“Saya melihat optimisme di tahun 2026 meskipun situasi ekonomi dan geopolitik penuh tantangan. Industri suplemen kesehatan memiliki peluang besar untuk terus tumbuh karena masyarakat semakin sadar pentingnya kesehatan berbasis pencegahan,” ujar Sandiaga Uno.
Ia juga mendorong para pengusaha untuk terus menangkap peluang, memperluas usaha, membuka lapangan kerja, serta berkontribusi bagi perekonomian nasional.
“Apa pun yang terjadi, sehat tetap nomor satu,” tambahnya.
Melalui CEO Forum ini, APSKI berharap dapat memperkuat kolaborasi antar pelaku industri sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi suplemen kesehatan yang aman, legal, dan berkualitas. Asosiasi optimistis industri suplemen kesehatan Indonesia dapat tumbuh secara sehat, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. (Lucky)


















