Suarademokrasi, Jakarta – Sejumlah organisasi yang berkegiatan di lingkungan Gedung Joang 45 menggelar aksi sosial dengan membagikan takjil kepada masyarakat menjelang waktu berbuka puasa, Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD BPK 45) DKI Jakarta, Koperasi Konsumen Kejuangan 45, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kejuangan 45, serta PPGJ 45 DKI Jakarta. Pembagian takjil dilakukan di depan Gedung Joang 45, Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, para pengurus dan anggota organisasi membagikan sekitar 200 paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Koordinator Bidang Hukum dan Politik DHD BPK 45 DKI Jakarta, Bhakti Dewanto, mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan agenda yang rutin dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Pada sore hari ini, 9 Maret 2026, kami mengadakan pembagian sekitar 200 paket takjil kepada para pengguna jalan di depan Gedung Joang 45. Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap tahun pada bulan Ramadhan sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian,” ujar Bhakti saat ditemui di lokasi kegiatan.
Bhakti menjelaskan, seluruh dana untuk kegiatan tersebut berasal dari iuran sukarela para anggota dan pengurus organisasi yang berada di lingkungan Gedung Joang 45.
Menurut dia, inisiatif berbagi tersebut muncul secara spontan dari para anggota yang ingin memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Dana kegiatan ini berasal dari urunan teman-teman. Kami berinisiatif untuk berbagi sesuai kemampuan kepada masyarakat, khususnya kepada mereka yang sedang menjalankan ibadah puasa,” katanya.
Ia menambahkan, bulan Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat kembali nilai-nilai kebersamaan, persaudaraan, dan semangat gotong royong yang telah lama menjadi karakter bangsa Indonesia.
Bhakti menilai nilai-nilai tersebut sejalan dengan filosofi dasar bangsa, yakni Pancasila, yang menekankan pentingnya kebersamaan dan solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, setelah menjalani berbagai aktivitas selama hampir satu tahun, Ramadhan menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk kembali merefleksikan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.
Ia berharap semangat berbagi dan kebersamaan yang tumbuh selama bulan Ramadhan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir, tetapi dapat terus dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan gotong royong yang kita rasakan di bulan Ramadhan ini dapat terus terjaga dan dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat pada bulan-bulan berikutnya,” ujarnya.



















