Suarademokrasi, Jakarta – Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Bambang Pramujati, menegaskan pentingnya momentum pertemuan alumni dalam ajang Idul Fitri Funfest IKA ITS 2026 sebagai sarana strategis mendorong hilirisasi riset kampus agar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut Bambang, ITS saat ini tengah mempercepat transformasi hasil riset menjadi produk siap pakai. Bahkan, sejumlah inovasi telah memasuki tahap akhir sebelum dipasarkan.
“Beberapa sudah masuk tahap finalisasi, seperti alat penyosoh kelapa dan traktor. Saat ini kami menghitung struktur biayanya agar bisa masuk ke dalam e-katalog,” ujarnya dalam kegiatan bertema “Berbagi, Beraksi, Berkolaborasi” di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, masuknya produk inovasi ke dalam e-katalog menjadi langkah penting agar hasil riset perguruan tinggi dapat diakses lebih luas oleh pemerintah maupun sektor industri. Dengan begitu, inovasi tidak berhenti di tahap prototipe, tetapi benar-benar dimanfaatkan masyarakat.
Selain itu, ITS juga mengembangkan bahan bakar alternatif berbasis kelapa sawit dari crude palm oil (CPO) non-food grade. Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung transisi energi sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan limbah.
“Pendekatan ini membuka peluang pemanfaatan bahan yang selama ini kurang optimal menjadi energi alternatif yang bernilai tambah,” kata Bambang.
Di sisi lain, Bambang menyoroti dinamika sistem pembelajaran di perguruan tinggi, khususnya model hybrid. Ia menegaskan tidak semua mata kuliah dapat dialihkan ke sistem daring, terutama yang berbasis praktikum.
“Perkuliahan, terutama yang berbasis laboratorium, tetap harus dilakukan secara luring. Itu tidak bisa digantikan,” tegasnya.
Menurutnya, digitalisasi pendidikan memiliki batasan, khususnya pada pembelajaran yang membutuhkan interaksi langsung dan penggunaan fasilitas laboratorium. Karena itu, kebijakan ke depan perlu menjaga keseimbangan antara efisiensi digital dan kebutuhan akademik.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menekankan pentingnya peran Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) sebagai representasi kualitas lulusan di masyarakat. Ia berharap alumni dapat berkontribusi nyata di berbagai sektor.
“Alumni adalah potret keberhasilan ITS. Kami berharap perannya semakin besar, tidak hanya di kampus, tetapi juga di masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kiprah alumni akan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan publik terhadap ITS sekaligus memperkuat posisi kampus dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif.
Lebih jauh, Bambang menegaskan visi ITS tidak hanya berfokus pada penciptaan produk inovatif, tetapi juga kontribusi sosial dari para lulusannya.
“Kami ingin ITS benar-benar berdampak. Bukan hanya melalui produknya, tetapi juga melalui alumni yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, pelaksanaan Funfest dengan tema “Nusantara Tradisional” menjadi simbol sinergi antara inovasi dan pelestarian budaya. ITS menunjukkan komitmennya tidak hanya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kearifan lokal. (L)



















