banner 728x250

Ketum PEWARIS Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis di Jakarta

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

SUARADEMOKRASI. JAKARTA — Ketua Umum Persatuan Wartawan Islam (PEWARIS), Lucky Indrawan, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis di Jakarta. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekerasan brutal yang mencederai nilai kemanusiaan serta mengancam ruang demokrasi di Indonesia.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada malam hari saat korban baru saja pulang dari sebuah kegiatan diskusi. Ketika berada di dekat kediamannya, korban didatangi oleh orang tak dikenal yang kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah wajah dan tubuhnya sebelum melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Aparat kepolisian pun telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

Lucky menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap aktivis tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Peristiwa ini sangat memprihatinkan. Kekerasan terhadap aktivis tidak boleh dibiarkan menjadi pola dalam menyelesaikan perbedaan pandangan. Negara harus hadir memastikan keadilan ditegakkan,” ujar Lucky dalam keterangannya, Selasa (18/3/2026).

Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain di balik aksi tersebut.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara menyeluruh. Jangan sampai kasus seperti ini berhenti pada pelaku lapangan saja. Jika ada aktor intelektual di baliknya, maka harus diungkap secara transparan kepada publik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, menyatakan pihaknya telah memerintahkan jajaran kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir segala bentuk kekerasan yang mengancam keselamatan warga.

Kapolri mengatakan, tim penyidik telah melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti di lapangan, termasuk memeriksa saksi-saksi serta menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

Di sisi lain, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia turut menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Komnas HAM menilai penyiraman air keras merupakan pelanggaran serius terhadap hak atas rasa aman dan keselamatan seseorang.

Komnas HAM mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara transparan serta memastikan korban memperoleh perlindungan dan pemulihan yang layak.

Sebagai organisasi yang menaungi wartawan Muslim di Indonesia, PEWARIS menyatakan solidaritas kepada korban dan keluarganya. Lucky berharap korban mendapatkan penanganan medis terbaik serta dukungan hukum yang memadai.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan sebagai cara menyelesaikan perbedaan pandangan.

“Perbedaan pandangan harus diselesaikan melalui dialog, bukan dengan teror atau kekerasan. Bangsa ini dibangun di atas nilai kemanusiaan dan keadilan,” ujar Lucky. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *