SD, Jakarta – Organisasi berbasis kedaerahan seperti Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat ( KKMSB) turut serta membangun Indonesia agar lebih maju di masa depan.
Demikian dikatakan Ketua Umum KKMSB Muhammad Asri Anas kepada sejumlah media usai menggelar Pra- Mubes ( Musyawarah Besar) ke 6 Jumat ( 19/7/2024) di sebuah hotel kawasan kemayoran Jakarta Pusat.
Menurut Muhammad Asri Anas, Mubes ini kita jadikan ajang konsolidasi organisasi bagi warga dan para perantau Mandar di seluruh Indonesia. Karena di acara Mubes ini banyak tokoh2 kita yang akan hadir nanti seperti: Pemerintah Sulbar semua hadir, Pak menteri hadir, dua deputy dari kementerian juga akan hadir.
“Intinya kita perkenalkanlah sedikit2 propinsi Sulbar supaya publik tahu bahwa Sulbar memiliki potensi dalam konteks organisasi paguyubannya. Saya harap konsolidasi ini berjalan dengan baik dan sukses,” ungkap Anas.

Diketahui bahwa KKMSB Kini sudah memiliki 16 propinsi dan 178 kabupaten/ kota se Indonesia.
Sementara Sekjen KKMSB, Ihsan Zainuddin memberi keterangan bahwa Besok saat acara pembukaan Mubes tamu yang akan hadir itu cukup banyak, sekitar 300 undangan, yang jelas Sekjen Kemendagri, Gubernur Sulawesi Barat dan mantan2 Gubernur Sulbar sebelumnya juga akan hadir serta tokoh2 masyarakat.

Sekjen KKMSB, Ihsan Zainuddin
“Mubes ini sebenarnya adalah rangkaian setiap lima tahun diadakan pergantian kepengurusan. Dalam Mubes nanti Tokoh2 madyarakat dan pejabat cukup banyak yang kami undang. Mudah2an mereka itu bisa datang semua,” harap Ihsan Zainuddin.
Menurut Ihsan Zainuddin, Malam ini pra- Mubes sebenarnya untuk mencoba mencari kira2 siapa figur yang bisa jadi ketua kedepannya. Alhamdulillah tadi diputuskan ada beberapa kandidat yaitu: Dr. Zein, Prof. Masjaya, Prof. Husein Syam, Suhadi Duka juga Brigjen Guslim.
“Nama2 diatas kita jadikan prioritas siapa kira2 yang nanti tepat jadi ketum. Di AD/ ART sistem pemilihan idealnya one man one vote tapi kita lebih mengedepankan musyawarah. Namanya saja musyawarah besar; wilayah, daerah dan cabang kita coba untuk mencari sepakat apalagi komunitas ini berasal dari satu daerah yaitu: Sulawesi Barat,” tambah Ihsan Zainuddin.
Terkait perubahan nama kedudukan pusat organisasi ke IKN, kata Ihsan Zainuddin, kita akan rapatkan dulu di Mubes besok, karena kita tak usah terburu2 ibu kota negara ini dipindahkan.
“Kita melihat bagaimana perkembangannya, kita akan melihat situasi karena meski IKN ini ada UU nya. Tapi organisasi kami ini masih mengacu dan berkedudukan di ibu kota Jakarta,” pungkasnya.

















