banner 728x250

KLB KOSTI Disebut Langkah Konstitusional, SC: Kembalikan Organisasi ke Khittah 2008

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta, 7 Februari 2026 — Ketua Steering Committee (SC) Kongres Luar Biasa (KLB) Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI), Ansuri Toyin, menegaskan pelaksanaan KLB merupakan langkah konstitusional untuk menjaga marwah organisasi sekaligus mengembalikan KOSTI pada khittah perjuangan tahun 2008.

Pernyataan tersebut disampaikan Ansuri Toyin, yang juga mantan Ketua KOSTI DPW Sumatera Selatan, usai pembukaan KLB KOSTI di Gedung Juang, Jakarta, Sabtu (7/2).

Menurutnya, tahapan awal kongres saat ini masih berupa pembukaan dan pengondisian forum. Adapun pembahasan substansi akan dilakukan bertahap sesuai mekanisme organisasi yang telah disepakati peserta.
“Hari ini baru pembukaan. Pembahasan yang lebih mendalam akan dilakukan pada tahapan berikutnya. Semua berjalan sesuai agenda dan mekanisme kongres,” ujar Ansuri.

Ia menjelaskan, peran SC adalah memastikan jalannya forum berlangsung tertib, demokratis, dan akuntabel. Setiap aspirasi peserta akan didengar dan dihargai, meski tidak seluruh pihak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.

“Kami menghargai setiap masukan. Jika ada usulan atau pencalonan, tentu akan kami dengar dan nilai bersama, terutama sejauh mana mendapat dukungan dari komunitas di akar rumput,” katanya.
Ansuri menilai dinamika yang muncul dalam proses kongres merupakan bagian dari pendewasaan organisasi. Ia menekankan, legitimasi hasil KLB pada akhirnya ditentukan oleh tingkat penerimaan anggota KOSTI di berbagai daerah.

“Yang menentukan adalah dukungan dari akar rumput. Siapa yang mampu menjaga marwah, merawat silaturahmi, dan kembali ke nilai dasar KOSTI, itulah yang akan mendapat tempat di hati warga,” tuturnya.

Ia menegaskan, tujuan utama KLB bukan untuk memperuncing perbedaan, melainkan mencari jalan terbaik bagi masa depan organisasi agar kembali menjadi rumah besar bagi seluruh pecinta sepeda tua di Indonesia.
Kongres Luar Biasa KOSTI diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan refleksi organisasi untuk meneguhkan kembali nilai persaudaraan, musyawarah, serta kecintaan terhadap warisan budaya sepeda tua. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *