banner 728x250

Neneng Anjarwati Tuty Hadiri Pemakaman Try Sutrisno, Sampaikan Harapan untuk Kesejahteraan Wartawan

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Mantan Ketua Umum Partai Berkarya, Neneng Anjarwati Tuty, menghadiri prosesi pemakaman Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/3/2026).

Upacara pemakaman digelar secara militer dengan Presiden RI Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara. Prosesi dimulai sekitar pukul 13.45 WIB setelah penyerahan jenazah dari pihak keluarga yang diwakili putra almarhum, Taufik Dwi Cahyono.

Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih diiringi penghormatan militer dan tembakan salvo sebelum diturunkan ke liang lahat. Dalam amanatnya, Prabowo mempersembahkan jiwa, raga, dan jasa almarhum kepada persada ibu pertiwi serta berharap pengabdian Try menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.

Neneng mengaku memiliki kenangan pribadi dengan almarhum. Ia mengenang sosok Try sebagai figur hangat dan penuh perhatian.

“Ini adalah sosok memori buat saya. Di waktu beliau menjadi Wakil Presiden, saya sering bertemu. Terakhir saat penyematan profesor Ibu Mega di Jatinangor, saya bertemu beliau. Saya sapa, ‘Pak, saya Neneng.’ Beliau jawab, ‘Ya ampun, Neneng.’ Itu kenangan yang sangat membekas,” ujar Neneng dengan mata berkaca-kaca.

Ia pun mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. “Beliau sudah masuk penghuni surga. Amin, amin,” katanya.

Di sela prosesi, Neneng juga mengungkapkan sempat bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menegaskan Kawan Berkarya Nasional turut berkontribusi dalam kemenangan pasangan Prabowo-Gibran pada Pemilu 2024.

“Kawan Berkarya Nasional sudah membantu kemenangan Pak Prabowo dan Mas Gibran. Tadi saya juga bertemu dengan Mas Gibran,” ucapnya.

Selain itu, Neneng menyampaikan aspirasi terkait kesejahteraan wartawan. Ia berharap pemerintah memberi perhatian serius terhadap kondisi insan pers di Tanah Air.

“Harapan saya, para wartawan itu harus bersejahtera. Saya ingin mereka punya rumah masing-masing. Saya akan membuat rumah,” tegasnya.

Menurut Neneng, jurnalis merupakan pilar demokrasi yang berperan menjaga keseimbangan informasi serta mengawal kebijakan publik. Karena itu, negara perlu memastikan kesejahteraan mereka agar dapat bekerja secara profesional dan bermartabat.

Dalam kesempatan tersebut, Neneng juga bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh nasional yang hadir, termasuk Kapolri dan Kasad, di tengah suasana duka nasional atas wafatnya Try Sutrisno di usia 90 tahun. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *