Suarademokrasi, Jakarta, Berita Kolinlamil TNI AL, 08 Februari 2026 —- Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) secara resmi menutup kegiatan Persami dan Pelatihan Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Gelombang IV Tahun 2026 bagi siswa-siswi SMK Negeri 4 Jakarta Utara, Minggu (8/2).
Meski hujan lebat mengguyur sejak pagi hari, semangat para siswa tidak surut untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di hari terakhir yang dipusatkan di Muara Tawar, Jakarta Utara. Kondisi cuaca tidak menghalangi antusiasme peserta dalam menyerap nilai-nilai kebangsaan dan kebaharian yang menjadi inti pembinaan.
Sejak pagi, para siswa kelas X bergerak dari SMKN 4 Jakarta Utara menuju Pos Potensi Maritim Terpadu Kolinlamil di Muara Tawar, setelah sehari sebelumnya melaksanakan kegiatan di Mako Kolinlamil dan di lingkungan sekolah. Di lokasi tersebut, peserta melaksanakan aksi bersih lingkungan yang dirangkai dengan pengenalan kebaharian, sebelum akhirnya ditutup melalui upacara penutupan.
Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Asisten Teritorial Panglima Komando Lintas Laut Militer (Aster Pangkolinlamil) Kolonel Laut (P) Indra Joko Rerangin, M.Han., yang mewakili Panglima Komando Lintas Laut Militer (Pangkolinlamil) Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, IH., S.E., M.Si., M.Tr.(Han)., CHRMP.
Dalam amanat Pangkolinlamil yang dibacakan Aster, disampaikan bahwa pelatihan yang telah terlaksana selama dua hari, mulai Sabtu 07 Januari hingga Minggu 08 Januari 2026 di Kolinlamil, SMK Negeri 4 Jakarta Utara, dan Muara Tawar merupakan wujud nyata peran serta Kolinlamil dalam melaksanakan pembinaan ketahanan wilayah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tangkal terhadap segala bentuk ancaman, menanamkan kesadaran bela negara, serta menumbuhkan sikap hidup yang berorientasi kebaharian kepada para peserta. Hal ini selaras dengan Asta Cita pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia serta memantapkan sistem pertahanan dan keamanan negara.
Lebih lanjut disampaikan, dengan selesainya kegiatan ini diharapkan terbentuk sikap mental yang baik dari para peserta sehingga dapat memberikan kontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi teladan bagi lingkungannya, sebagai cerminan manfaat dari pembekalan dan pelatihan yang telah dilaksanakan, sehingga nantinya akan menghasilkan sumber daya manusia yang handal dan cinta tanah air.
Sebelum menutup amanatnya, Pangkolinlamil mengingatkan empat sikap baik yang perlu dijadikan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Pertama, “disiplin tanpa diawasi”. Disiplin sejati lahir dari kesadaran diri, bukan karena takut hukuman.
Kedua, “tepat waktu tanpa diingatkan”. Menghargai waktu berarti menghargai diri sendiri dan orang lain, ketepatan waktu mencerminkan budaya belajar dan bekerja yang menjadi kunci keberhasilan.
Ketiga, “bertanggung jawab tanpa diminta”. Siswa yang berani bertanggung jawab atas tugas dan kewajibannya akan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang dipercaya.
Keempat, “bekerja baik tanpa diperintah”. Inisiatif, kesadaran, dan kepedulian untuk melakukan hal-hal positif harus tumbuh dari diri sendiri tanpa menunggu instruksi dari orang lain. (Dispen Kolinlamil/L)
#tniprima
#kasal
#tni_angkatan_laut
#jalesvevajayamahe
#indonesiannavy
#kolinlamil_tni_al


















