banner 728x250
TNI  

RASKO KOLINLAMIL 2026: PERKUAT KEMANDIRIAN NASIONAL DAN STRATEGI PERTAHANAN MARITIM

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta, Berita Kolinlamil TNI AL, 19 Februari 2026 —– Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) menggelar Rapat Staf dan Komando (Rasko) Tahun 2026 yang dibuka langsung oleh Panglima Kolinlamil Laksamana Muda TNI Rudhi Aviantara, IH., S.E., M.Si., M.Tr. (Han)., CHRMP., Kamis (19/2), di Gedung Laut Nusantara, Mako Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rasko Kolinlamil dihadiri para Pejabat Utama, para Kadis, serta para Komandan KRI, dan diikuti secara video conference oleh jajaran Satlinlamil 2 dan Satlinlamil 3.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Pimpinan (Rapim) di lingkungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Rapim TNI-Polri, Rapim TNI, serta Rapim TNI Angkatan Laut, sekaligus menjadi forum strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan dan pelaksanaan tugas Kolinlamil ke depan.

Dalam amanatnya, Panglima Kolinlamil menegaskan kembali sejumlah penekanan strategis dari Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si dan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla.

Ditekankan bahwa politik luar negeri bebas aktif hanya dapat berjalan efektif apabila didukung oleh kemandirian nasional yang kuat. Di tengah dinamika global, dunia internasional dinilai masih meragukan kemampuan Indonesia untuk bersatu dan tampil sebagai kekuatan yang solid. Karena itu, penguatan fondasi nasional menjadi prasyarat utama dalam memperkuat posisi Indonesia di percaturan global.

Lebih lanjut, implementasi Strategi Pertahanan Defensif Aktif dalam kerangka Sishankamrata harus diwujudkan secara nyata. Seluruh jajaran dituntut meningkatkan kepekaan terhadap spektrum ancaman baru yang terus berkembang, baik konvensional maupun non-konvensional.

Strategi Pertahanan Nasional juga diarahkan melalui penerapan konsep Pertahanan Pulau-Pulau Besar dan Gugusan Pulau Strategis. Langkah ini tidak hanya bertujuan memperkuat pertahanan wilayah, tetapi sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan.

Dalam konteks pembangunan kekuatan, ditegaskan bahwa terdapat tiga variabel utama yang menjadi penopang pertahanan, yakni alutsista, sumber daya manusia, dan organisasi. Pengembangan ketiga variabel tersebut harus berorientasi pada pencapaian tugas operasi, baik Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sehingga kesiapsiagaan dan daya tangkal negara tetap terjaga.

Di bidang tata kelola, implementasi one gate policy secara konsisten dalam pengelolaan anggaran menjadi perhatian penting guna menjamin efektivitas dan akuntabilitas. Sementara itu, pelaksanaan operasi dan latihan TNI AL harus berbasis informasi intelijen, khususnya dalam pengamanan sumber daya alam, corong strategis, perbatasan laut, serta daerah rawan konflik, dengan tetap mengedepankan keamanan personel dan material.

Melalui Rasko 2026 ini, Kolinlamil meneguhkan komitmennya untuk terus memperkuat peran sebagai komando pelaksana dukungan angkutan laut militer yang andal, adaptif, dan profesional, sejalan dengan kebijakan strategis nasional dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan negara di domain maritim. (Dispen Kolinlamil/L)

#tni_prima

#kasal

#tni_angkatan_laut

#jalesvevajayamahe

#indonesiannavy

#kolinlamil_tni_al

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *