banner 728x250

Sekjen PP IA-ITB, Hairul Anas Suaidi: Intinya Adalah Utamakan Pengamanan Data, Lalu Pengamanan Akses

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

SD, Jakarta – Aliansi Penegak Demokrasi Indonesia (APDI) menyelenggarakan talkshow interaktif menyikapi kisruh peretasan Pusat Data Nasional yang berlangsung pada Selasa (9/7/2024), Bertempat di HEYOO COFFEE, Jl. Tendean 41, Jakarta Selatan.

Narasumber: Dr. KRMT Roy Suryo, (Pakar Telematika), Petrus Selestinus, SH (Ahli Hukum/APDI), Dr. Ing, H. Ridho Rahmadi, S.Kom, M.Sc. (Pakar IT) dan Ted Hilbert, Digital Transformation Evangelist

Pengantar: Akhmad Syarbini, Koord APDI, Ketum PP IA-ITB, Ketum Forum API Perubahan dan Moderator: Hairul Anas Suaidi, Sekjen PP IA-ITB.

Dalam wawancara kepada awak media Ketua Umum APDI, Akhmad Syarbini mengatakan acara diskusi ini dilakukan untuk membedakan sekaligus mencari solusi terkait kasus pembobolan pusat data nasional.

“Saya berharap masyarakat sipil tetap menjaga apa yang dialami oleh pemerintah. Kita juga perlu memberikan hiburan kepada pihak yang tidak profesional,” ujarnya.

Hairul Anas Suaidi, Sekjen PP IA-ITB
Hairul Anas Suaidi, Sekjen PP IA-ITB

Sementara itu Sekjen PP IA-ITB, Hairul Anas Suaidi berpendapat bahwa kemungkinan pemulihan data dalam kasus kebocoran pusat data nasional (PDN) sangat kecil.

“Prinsipnya yang harus diterapkan adalah sistem backup-nya. Karena jaminan tidak bobol itu tidak mungkin,” ujar Hairul.

Menurutnya, dalam ilmu IT terjadinya pembobolan ada tata caranya yaitu standar ISMS. Persoalannya standar tersebut belum diterapkan, apakah kurang anggaran atau salah orang?

“Intinya adalah utamakan pengamanan data, lalu pengamanan akses. Untuk pengamanan data harus dibackup dan ini ada teknologinya. Anggaran untuk ini tidak sebesar yang dipakai oleh Kemenkominfo,” tambahnya.

Pemerintah melalui Kemenkominfo sebagai penanggung jawab, tambahnya, sistem yang dibagikan tugasnya ke pihak lain sangat berbahaya karena kemungkinan bisa bocor datanya. Saya berharap pemerintah mengambil tindakan. Membangun tim seharusnya yang ahli,” pungkasnya.   (LI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *