Suarademokrasi, Jakarta — Peringatan usia ke-70 pakar hukum tata negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra menjadi sorotan dalam peluncuran delapan buku yang digelar di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (7/1/2026). Dalam acara tersebut, Ketua Umum Garuda Nasionalisme Suryawinata secara terbuka menilai Yusril layak menjadi pemimpin nasional di masa depan.
Menurut Suryawinata, Yusril merupakan figur yang memiliki rekam jejak panjang di bidang hukum tata negara serta konsisten berkontribusi bagi bangsa Indonesia. Ia menyebut dedikasi Yusril tidak surut meski telah memasuki usia 70 tahun.
“Beliau menunjukkan kecintaan yang kuat kepada Republik Indonesia. Sampai hari ini tetap berupaya mendorong kemajuan dan pembenahan sistem hukum nasional,” kata Suryawinata.
Ia menambahkan, pengalaman Yusril yang berkiprah sejak era Presiden Soeharto hingga pemerintahan Presiden Prabowo menunjukkan kapasitasnya sebagai tokoh nasional yang matang.
Suryawinata juga menyinggung peran organisasi Garuda Nasionalisme yang berafiliasi dengan Partai Gerindra dalam mendukung pemenangan pasangan Prabowo–Gibran di Jawa Barat pada pemilihan presiden lalu.
Saat ditanya mengenai peluang Yusril maju sebagai calon presiden, ia menilai sosok tersebut memiliki kemampuan dan integritas yang dibutuhkan.
“Menurut saya beliau sangat mumpuni, profesional, dan berintegritas tinggi. Sangat cocok menjadi pemimpin nasional, tetapi tentu kembali kepada rakyat dan partai politik yang akan mengusung,” ujarnya.
Ia berharap pengalaman Yusril di bidang hukum tata negara dapat berkontribusi pada pembenahan sistem hukum Indonesia ke depan serta mendorong kemajuan bangsa. (Lucky)


















