banner 728x250

Ulama dan Cendekiawan Muslim Indonesia Serukan Persatuan Dunia Islam untuk Wujudkan Tata Dunia Damai

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Sejumlah ulama, zuama, dan cendekiawan Muslim Indonesia mengeluarkan seruan bersama terkait urgensi persatuan dunia Islam dalam rangka menciptakan tata dunia baru yang damai, adil, sejahtera, dan beradab.

Seruan yang ditandatangani puluhan tokoh nasional itu menyoroti meningkatnya konflik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang dinilai telah memicu krisis kemanusiaan dan berpotensi mengancam perdamaian dunia.

Dalam pernyataannya, para tokoh menilai serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, serta konflik berkepanjangan di Palestina, merupakan pelanggaran serius terhadap kedaulatan negara, hukum internasional, dan hak asasi manusia.

“Perang tersebut telah membawa dampak buruk berskala global dalam bidang politik dan ekonomi, serta berpotensi menyulut konflik yang lebih luas,” demikian isi seruan tersebut.

Para ulama dan cendekiawan menegaskan bahwa Islam merupakan agama perdamaian (din al-salam) dan keadilan (din al-‘adl), sehingga mendesak adanya upaya perbaikan menyeluruh (ishlah syamilah) berupa penghentian perang secara total dan permanen serta penyelesaian konflik secara adil.

Mereka juga mendesak lembaga internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Dewan Keamanan PBB, Mahkamah Internasional (ICJ), dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) untuk mengambil langkah tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai sebagai penyebab konflik.

Selain itu, para pemimpin negara-negara Islam diminta untuk mengedepankan persatuan dan solidaritas umat, serta bersatu dalam membela kemerdekaan Palestina dan menjaga situs suci umat Islam, Masjid Al-Aqsa.

“Segala bentuk perbedaan dan konflik antarnegara Islam harus diselesaikan dalam semangat ukhuwah Islamiyah dan mengedepankan kepentingan umat,” tulis pernyataan tersebut.

Seruan ini juga mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk memperkuat persaudaraan dan tidak terpecah oleh perbedaan mazhab maupun latar belakang etnis.

Para tokoh menilai konflik Timur Tengah yang terjadi pada 2026 harus menjadi momentum refleksi bagi dunia Islam untuk memperkuat persatuan internal sekaligus membangun solidaritas global bersama bangsa-bangsa yang mencintai perdamaian.

“Sudah saatnya dunia membangun aliansi global untuk kemanusiaan yang adil dan beradab,” demikian penegasan dalam seruan tersebut.

Seruan yang ditandatangani di Jakarta pada 2 April 2026 ini didukung oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Jusuf Kalla, Din Syamsuddin, Agil Siradj, Jimly Asshiddiqie, serta Mahfud MD, bersama puluhan ulama, akademisi, dan pimpinan organisasi Islam lainnya. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *