banner 728x250

Yayasan Agus Salim Gelar Mengenang 70 Tahun H. Agus Salim dan Peluncuran Buku “The Grand Old Man”

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Yayasan Agus Salim mengadakan peluncuran buku “Haji Agus Salim The Grand Old Man” dalam rangka memperingati 70 tahun wafatnya Haji Agus Salim, salah seorang tokoh perjuang dan Perintis kemerdekaan dan Mantan Menteri Luar Negeri, seorang jurnalis, diplomat dan ulama yang sederhana namun menjadi tokoh inspiratif berkarakter. Acara yang cukup menarik tersebut berlangsung Sabtu ( 30/11/2024) di kampus Universitas Yarsi, kawasan Cempaka Putih Jakarta Pusat.

Tampak hadir sebagai Keynote Speaker Prof. Emil Salim, Ketua Yayasan H. Agus Salim Agus Tanzil Syahroezah cucu Almarhum Haji Agus Salim, Prof Fasli Jalal, Rektor Universitas YARSI dan Presiden Diaspora Minang, Putri Mantan Wapres Mohammad Hatta, Prof Dr Meuthia Hatta dan H. Burmalis Ilyas selaku Direktur Eksekutif Diaspora Minang sekaligus Moderator Talk show pada Launching Buku Haji Agus Salim.

Prof Dr Fasli Jalal Rektor Universitas Yarsi mengatakan Buku “Haji Agus Salim The Grand Old Man” mengangkat perjalanan hidup Haji Agus Salim sebagai pejuang kemerdekaan, diplomat, ulama dan Jurnalis yang berjasa besar dalam perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

” Beliau sosok yang sederhana berjuang untuk kehormatan bangsa dan negara bukan untuk kepentingan pribadi. Ini sosok yang perlu diteladani bagi generasi muda saat ini,” jelas Prof Jalal saat jumpa pers bersama awak media.

Prof Dr Fasli Jalal Rektor Universitas Yarsi mengatakan Buku “Haji Agus Salim The Grand Old Man” mengangkat perjalanan hidup Haji Agus Salim sebagai pejuang kemerdekaan, diplomat, ulama dan Jurnalis yang berjasa besar dalam perjuangan bangsa Indonesia menuju kemerdekaan.

” Beliau sosok yang sederhana berjuang untuk kehormatan bangsa dan negara bukan untuk kepentingan pribadi. Ini sosok yang perlu diteladani bagi generasi muda saat ini,” jelas Prof Jalal saat jumpa pers bersama awak media.

Ditempat yang sama Cucu H. Agus Salim Agus Tanzil juga menyoroti pembangunan saat ini yang selalu memprioritaskan infrastruktur struktur tidak memprioritaskan sumberdaya manusia ( SDM). ” Yang kita perhatikan saat ini sumberdaya manusia mestinya harus diprioritaskan. Yaitu memberi pancil daripada ikan,” pungkas Cucu H. Agus Salim.  (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *