banner 728x250

Zaenal Azwar Wahid Hadiri Aksi Solidaritas Penggalangan Dana Untuk Masyarakat Sumatera Barat Korban Bencana Banjir dan Tanah Longsor

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Dalam upaya menunjukkan kepedulian terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat, komunitas Perantau Minang di Jakarta menggelar aksi solidaritas penggalangan dana. Acara yang berlangsung di Hotel Balirung, Jakarta, pada (10/01/26) ini bertujuan untuk mengumpulkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., mengajak seluruh Perantau Minang di Jakarta untuk turut serta dalam aksi solidaritas ini. “Sekarang saatnya saya ajak Perantau Minang yang berada di Jakarta semua, untuk bantu saudara kita yang disana (Sumbar), untuk memberikan bantuan berapapun nilainya sangat bermanfaat bagi mereka saat ini,” ujarnya dalam wawancara dengan media.

Bantuan yang terkumpul akan disalurkan melalui BAZNAS dan pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Menurut laporan, total bantuan yang terkumpul mencapai Rp 54 miliar dari kabupaten dan kota, serta Rp 2,6 miliar dari masyarakat melalui BAZNAS.

Gubernur Mahyeldi juga menyampaikan terima kasih kepada perantau yang telah berkontribusi. “Kami sangat menghargai kepedulian dan kontribusi masyarakat. Kerusakan dan kerugian akibat bencana ini mencapai Rp 33 triliun, dan kami membutuhkan dana sekitar Rp 22 triliun untuk pembangunan ke depan,” katanya.

Rencana percepatan pembangunan ini akan dituangkan dalam R3PB dokumen dan diserahkan ke BNPB, Kementrian Dalam Negeri, dan Presiden. Gubernur berharap program ini dapat terlaksana pada tahun 2028 dengan dukungan dari pemerintah, masyarakat, dan semua pihak terkait.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Sumatera Barat Zaenal Azwar Wahid mengatakan, Sumatera Barat memiliki potensi besar untuk menyumbang, namun kendala koordinasi efektif masih menghambat pengumpulan dana. Pada acara penggalangan dana, terkumpul donasi sekitar 1 miliar rupiah dari berbagai sumber, termasuk organisasi dan individu,” ungkapnya.

Donasi yang diberikan tidak hanya berupa uang tunai, tetapi juga sembako, pakaian, dan bahan bangunan. Pembicara telah aktif mengimbau dan mengantarkan sumbangan ke daerah-daerah yang terkena bencana, serta menyalurkan bantuan melalui Baznas dan langsung ke masyarakat,” jelasnya.

Harapan besar kini adalah terwujudnya persatuan di antara masyarakat Sumatera Barat, termasuk berbagai organisasi, untuk bersama-sama membangun daerah mereka. Peran individu yang memiliki posisi strategis, seperti penasihat, juga ditekankan untuk memastikan pembangunan dilakukan demi kepentingan bersama, bukan pribadi,” pungkasnya. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *