Suarademokrasi, Jakarta -Haidar Alwi Institut mengadakan Fokus Grup Disscussion di Kawasan Jakarta pusat pada hari Senin, tanggal 21 April 2025.
FGD ini dilaksanakan dengan tema “Membedah Prestasi Polri Sebagai Amanah Reformasi”.
Pembicara yang hadir dari Akademisi Universitas Pancasila Dr. Mochamad Mansur. Mantan Staf ahli Komisi III DPR RI Dr. Dian Assafri dan Kombes Pol. Siswamto (Kaisbdit 1 Dir. Politik Baintelkam Polri).
Dalam sambutannya direktur Haidar Alwi Institut (HAI) Sandri Rumanama menyampaikan bahwa polisi memiliki peran sangat vital dalam suatu negara maka aspirasi Polri harus terus dikawal oleh semua element masyarakat sebagai bentuk partisipasi dan pengawasan terhadap kinerja kepolisian.
Ia mengatakan di era reformasi POLRI telah bertaransformasi menjadi alat negara yang dekat dengan rakyat, menciptkan sumber daya manusia personil polri yang handal, humanis, komuniktif dan kolaboratif.
Selain itu dalam penyampaiannya materi diskusi Haidar Alwi mengupas tuntas berbagai pencapain POLRI saat ini.
Ia menjelaskan tentang prestasi kepolisian dari pemberantasan tindak pidana korupsi, setidaknya terdapat 1.280 kasus korupsi yang diungkap Polri sepanjang tahun 2024. Sebanyak 431 perkara atau 33,7 persen di antaranya telah diselesaikan hingga menjerat 830 Tersangka korupsi. Dari total Rp4,8 triliun potensi kerugian negara, sejumlah Rp877 miliar berhasil dilakukan asset recovery.
Komitmen Polri dalam pemberantasan korupsi diperkuat dengan pembentukan Kortas Tipikor. Ide ini digagas pada zaman Kapolri Sutarman, diimpikan Kapolri Tito dan diwujudkan Kapolri Listyo Sigit.
Terkait kasus narkoba, lebih dari 36 ribu kasus telah diselesaikan Polri selama tahun 2024. Dan perkara sebanyak itu, jumlah narkoba yang disita mencapai senilai Rp8,6 triliun. Dengan demikian, sekira 40,4 juta jiwa berhasil diselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.
Terkait perjudian, terdapat 4.926 perkara yang ditindak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.526 perkara atau 71,58 persen telah diselesaikan. Penyelesaian perkara judi bertambah 1.007 perkara atau 39,97 persen dibanding tahun 2023 sejumlah 2.519 perkara. Perkara judi online mencapai angka 1.611 perkara yang melibatkan 1.918 Tersangka. Baik bandar, admin, operator, telemarketing, endorse, pengepul hingga pemain.
Aset-aset seperti tanah, bangunan, perhiasan, kendaraan mewah, logam mulia sampai uang puluhan miliar harus disita serta ratusan ribu situs judi online diajukan pemblokiran ke kementerian terkait.
Selain itu, pada 21 September 2024 Polri bersama TNI berhasil membebaskan pilot Susi Air setelah disandera OPM/KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023.
“Banyak sekali prestasi yang telah ditorehkan oleh POLRI saat ini”. Ucap Haidar Alwi
Ia melanjutkan terkait lalu lintas, Polri melakukan penindakan terhadap 1.683.987 pelanggar melalui tilang non elektronik dan 460.246 tilang elektronik atau E-TLE.
Haidar Alwi juga menjelaskan kinerja yang ditunjukkan Polri dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya mendapatkan sorotan dari dalam negeri tapi juga dunia internasional.
“Kurang berprestasi apa lagi, banyak polisi yang pintar berdiplomasi, menguasai berbagai bahasa asing, sehingga kemampuan personil Polri dan kinerja Kepolisian dibawah nahkoda Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo diakui di dunia international” Papar Dia
Ia melanjitkan erbagai lembaga riset dan survei global telah merilis penilaian mereka terhadap kinerja Polri. Sebut saja Global Residence Index, International Police Science Association (IPSA), Institute for Economics and Peace (IEP), Gallup bahkan PBB.
Pada awal Januari 2025, Global Residence Index merilis indeks keamanan 181 kota besar di dunia. Hasilnya, Jakarta menempati peringkat 87. Unggul atas Guangzhou (China), Istanbul (Turkey), New York (Amerika Serikat), Moskow (Rusia), Kuala Lumpur (Malaysia). Bangkok (Thailand), dan New Delhi (India).
Pada tahun 2023, International Police Science Association (IPSA) berkolaborasi dengan Institute for Economics and Peace (IEP) pernah merilis riset bertajuk World Internal Security and Police Index (WISPI). Mereka mengukur kemampuan kepolisian suatu negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat maupun keselamatan anggotanya.
Hasilnya, Polri menempati peringkat 63 dari 125 negara atau naik 21 peringkat dibanding sebelumnya di posisi 84 dari 127 negara. Bahkan untuk salah satu variabel, Polri menempati peringkat 3 dari 125 negara. Unggul atas Denmark dan Finlandia yang menempati peringkat 1 dan 2 secara keseluruhan.
“Ini menunjukan bahwa Polri selain menciptakan lompatan kinerja yang signifikan, itu Polri juga berhasil menekan risiko gangguan keamananan dan ancaman ke titik yang lebih rendah “. tuturnya. (L)

















