banner 728x250

Koperasi Gabungan se-Indonesia DKI Fokus Benahi Struktur, Program UMKM Belum Berjalan

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Ketua Koperasi Gabungan se-Indonesia Koordinator Wilayah (Korwil) Provinsi DKI Jakarta, Sri Rejeki, menyatakan pihaknya masih memprioritaskan penyempurnaan struktur organisasi sebelum menjalankan program kerja secara penuh.

Hal itu disampaikan Sri Rejeki saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2026). Ia mengungkapkan, hingga saat ini kepengurusan di tingkat wilayah belum sepenuhnya terbentuk.

“Untuk saat ini, kami masih dalam tahap melengkapi struktur. Masih ada sekitar 12 posisi yang perlu diisi. Setelah itu, baru kami bisa bergerak lebih jauh, terutama dalam mencari terobosan untuk membantu UMKM,” ujar Sri Rejeki.

Menurutnya, belum lengkapnya struktur organisasi membuat kegiatan operasional koperasi belum dapat berjalan optimal. Selain itu, proses pembentukan juga sempat terkendala oleh kesibukan pribadi dan kondisi kesehatannya.

Sri Rejeki menegaskan, Koperasi Gabungan se-Indonesia tidak dalam posisi untuk bergabung dengan pihak lain, namun tetap membuka peluang kerja sama, termasuk dengan pemerintah.

“Kalau bergabung sepertinya tidak, tapi untuk kerja sama tentu kami terbuka. Dengan pemerintah misalnya, pasti kita saling mendukung,” katanya.

Ia juga menyebut, kepengurusan Korwil DKI Jakarta hingga kini belum resmi dilantik. Pelantikan akan dilakukan setelah seluruh struktur organisasi dinyatakan lengkap.

“Pelantikan belum dilakukan karena kita menunggu semua struktur ini lengkap terlebih dahulu,” jelasnya.

Akibat kondisi tersebut, program koperasi di wilayah DKI Jakarta belum berjalan dan saat ini masih dalam tahap persiapan.

Terkait visi dan misi, Sri Rejeki menegaskan koperasi yang dipimpinnya berfokus pada peningkatan kesejahteraan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta mendukung para pengusaha di sektor komoditas.

“Kami ingin membantu UMKM agar lebih sejahtera. Selain itu, kami juga mendukung para pengusaha, terutama yang bergerak di sektor komoditas, termasuk skala menengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, koperasi juga memiliki fungsi simpan pinjam, namun dengan pendekatan pembiayaan proyek dalam skala lebih besar, seperti di sektor perikanan dan bidang produktif lainnya.

“Kami bukan simpan pinjam skala kecil, tapi lebih ke pembiayaan proyek, seperti di sektor perikanan,” tambahnya.

Dalam momentum Hari Kartini, Sri Rejeki juga menyoroti pentingnya pemberdayaan perempuan, khususnya ibu rumah tangga agar dapat mandiri secara finansial melalui koperasi.

“Kami ingin perempuan, khususnya ibu-ibu, bisa mandiri. Yang sebelumnya tidak punya kegiatan, bisa mendapatkan peluang usaha dan tambahan penghasilan,” katanya.

Ke depan, ia berharap setelah struktur organisasi rampung dan pelantikan dilakukan, koperasi dapat segera menjalankan program strategis yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Harapannya tentu ada perbaikan ekonomi masyarakat. Itu yang menjadi tujuan utama kami,” pungkasnya. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *