banner 728x250

Inovator UGM Soroti Regulasi Sinar-X yang Dinilai Hambat Industri Alkes Dalam Negeri

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Prof. Drs. Gede Bayu Suparta, M.S., Ph.D., inovator alat kesehatan dari Departemen Fisika Universitas Gadjah Mada sekaligus Founder PT Madeena Karya Indonesia, menghadiri ajang InaBuyer B2B2G Expo 2026 yang digelar di Gedung SMESCO Indonesia, Jakarta, pada 5–7 Mei 2026.

Dalam keterangannya kepada awak media, Gede Bayu Suparta menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri alat kesehatan dalam negeri, khususnya terkait regulasi penggunaan teknologi sinar-X yang dinilai masih memberatkan pelaku usaha nasional.

Menurutnya, regulasi yang ada saat ini masih mengategorikan teknologi sinar-X setara dengan teknologi nuklir, sehingga prosedur dan persyaratannya menjadi sangat ketat. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada terbatasnya pemanfaatan teknologi, terutama di rumah sakit daerah, klinik, hingga puskesmas yang berpotensi memberikan layanan radiologi seperti medical check up (MCU).

“Selama ini kami terus bertahan dan memenuhi seluruh persyaratan, meskipun regulasinya sangat berat. Padahal, penggunaan sinar-X dalam konteks alat medis yang kami kembangkan telah terbukti aman,” ujar Gede.

Ia berharap pemerintah melalui kementerian terkait dapat meninjau kembali kebijakan tersebut agar lebih adaptif, tanpa mengabaikan aspek keselamatan, sekaligus mendukung pertumbuhan industri alat kesehatan nasional.

Gede juga mengungkapkan bahwa selama lebih dari 30 tahun melakukan pengembangan, produk yang dihasilkannya telah melalui berbagai uji coba dan memiliki potensi besar untuk diterapkan, termasuk di sektor UMKM dan industri manufaktur.

Melalui PT Madeena Karya Indonesia, pihaknya berkomitmen menghadirkan solusi teknologi kesehatan yang terjangkau dan berkualitas, termasuk layanan berbasis teknologi radiasi yang aman bagi tenaga kerja dan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan layanan inspeksi produk industri yang lebih kompetitif, memastikan kualitas produk yang terjamin, mulai dari bahan, isi, ukuran, hingga bebas dari kontaminasi. Selain itu, kami juga mengembangkan layanan MCU untuk mendukung kesehatan pekerja, khususnya di sektor UMKM,” tambahnya.

Sejak mendirikan perusahaan pada 2012, Gede menegaskan pihaknya terus melakukan riset dan inovasi agar produk yang dikembangkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Melalui momentum InaBuyer B2B2G Expo 2026, ia berharap kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi dapat semakin diperkuat guna menciptakan ekosistem inovasi yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *