Suarademokrasi, JAKARTA – Ketua UMKM ASPEKTIR Indonesia, Paidit, mengatakan kelapa sawit memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan secara menyeluruh, tidak hanya sebatas sebagai bahan baku minyak sawit.
Menurut dia, hampir seluruh bagian tanaman sawit mulai dari buah, batang, lidi, hingga limbahnya dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Selama ini masyarakat hanya mengetahui sawit sebatas menghasilkan minyak. Padahal, dari buah sampai limbahnya bisa dimanfaatkan menjadi berbagai produk,” ujar Paidit dalam kegiatan pameran UMKM dan perkebunan, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan limbah sawit dapat diolah menjadi pupuk organik, sementara batang dan lidi sawit dapat dimanfaatkan menjadi kerajinan tangan maupun produk lain yang memiliki nilai jual.
Selain itu, turunan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) juga dapat diolah menjadi berbagai produk seperti krim, masker, sabun, hingga lilin.
“Lidinya bisa dijadikan anyaman, limbahnya bisa jadi pupuk organik. Jadi manfaat sawit sebenarnya sangat luas,” katanya.
Paidit menuturkan ASPEKTIR Indonesia terus berupaya mengembangkan pola pemanfaatan sawit terpadu agar seluruh bagian tanaman sawit memiliki nilai tambah ekonomi dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas.
Ia berharap masyarakat semakin memahami bahwa sektor perkebunan sawit tidak hanya berkaitan dengan produksi minyak, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan UMKM dan industri kreatif berbasis sawit.
Dalam kesempatan tersebut, Paidit juga menyampaikan bahwa hasil produksi petani sawit binaan mulai dikenal di berbagai daerah, termasuk Aceh dan Kalimantan Barat. Sementara pengembangan koperasi merah putih di sejumlah wilayah masih dalam tahap pembangunan.
“Kami berharap koperasi ini nantinya bisa menjadi wadah untuk melindungi, mendampingi, sekaligus memberikan dukungan kepada petani sawit di Indonesia,” ucapnya.
Melalui pameran itu, ASPEKTIR Indonesia berharap pemanfaatan sawit secara menyeluruh dapat semakin dikenal masyarakat dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi petani maupun pelaku UMKM. (L)



















