banner 728x250

CV Eka Gemilang Spotindo Kembangkan Bioreaktor Kultur Jaringan untuk Bibit Unggul Tanaman

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – CV Eka Gemilang Spotindo mengembangkan teknologi bioreaktor kultur jaringan buatan lokal yang ditujukan untuk mendukung perbanyakan bibit unggul berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias hingga komoditas perkebunan seperti kelapa sawit.

Direktur CV Eka Gemilang Spotindo, Ignas Mario, mengatakan bioreaktor tersebut dirancang dalam bentuk wadah khusus yang memungkinkan proses kultur jaringan berlangsung lebih optimal melalui sistem perendaman berkala.

Menurut Ignas, bagian bawah alat diisi media cair, sementara udara dialirkan melalui kompresor untuk meningkatkan tekanan sehingga media dapat naik ke bagian atas tempat tanaman berada. Setelah tekanan dilepas, media akan kembali turun sehingga tanaman tidak terus-menerus terendam.

“Dengan adanya media cair dan udara yang masuk secara terkontrol, pertumbuhan tanaman menjadi lebih maksimal. Kuncinya memang ada pada sistem kontrolnya,” ujar Ignas di Jiexpo Kemayoran, Jakarta, Kamis 7/5/26.

Ia menjelaskan, teknologi tersebut dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman hias, tanaman pangan, maupun tanaman perkebunan. Selain untuk perbanyakan bibit unggul, teknologi kultur jaringan juga dapat dimanfaatkan dalam konservasi tanaman langka.

“Tanaman yang mulai jarang ditemukan bisa diperbanyak kembali melalui teknologi ini,” katanya.

Di sektor tanaman hias, kultur jaringan berbasis bioreaktor juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk proses mutasi tanaman guna menghasilkan varietas baru dengan tampilan yang lebih menarik.

Ignas menuturkan, produk tersebut merupakan hasil pengembangan lokal yang dibuat bersama PT IBF dengan melibatkan sejumlah pihak yang bergerak di bidang kultur jaringan.

Selama ini, penggunaan kultur jaringan dengan sistem bioreaktor lebih banyak dilakukan di lingkungan penelitian dan perguruan tinggi. Namun, pihaknya kini mulai menargetkan kebutuhan industri, terutama sektor kelapa sawit yang memerlukan bibit unggul dalam jumlah besar.

“Kami melihat kebutuhan bibit unggul kelapa sawit sangat besar. Karena itu, teknologi bioreaktor ini kami arahkan agar dapat digunakan dalam skala industri,” ucapnya.

Ia berharap teknologi kultur jaringan buatan dalam negeri dapat semakin dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas sektor pertanian dan perkebunan nasional. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *