banner 728x250

Bukan Minta Ingin Jadi Menteri, Relawan Militan Prabowo, Jalih Pitoeng Justru Minta Agar Jokowi Segera diadili

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, JAKARTA – Menghadiri digelar nya sidang perdana dokter Tifa atas tuduhan fitnah terhadap Jokowi, ketua presidium Aliansi Selamatkan Indonesia (ASELI) mendesak agar mantan presiden Republik Indonesia Joko Widodo alias Jokowi agar segera diadili.

Didepan pengadilan negeri Jakarta Timur bersama para aktivis dan prakyat yang hadir guna mengawal jalannya sidang tersebut, Jalih Pitoeng mengatakan bahwa ada yang juga persoalan penting selain dugaan ijazah palsu.

Ketua umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) ini juga menekankan agar Jokowi segera diadili.

“Saya hadir ke pengadilan negeri Jakarta Timur dengan dua alasan,” ungkap Jalih Pitoeng, Kamis (02/07/2026).

“Yang pertama, tentunya sebagai sesama aktivis yang memiliki nasib yang sama. Apalagi beliau seorang perempuan,” lanjutnya.

“Yang kedua, bahwa sesungguhnya ada yang juga tidak kalah pentingnya dari peristiwa hari ini,” kata Jalih Pitoeng.

“Yaitu Jokowi yang harus segera diadili,” pintanya melanjutkan.

“Terhadap berbagai dosa dan kejahatan JOKOWI saat dirinya memimpin bangsa ini,” Jalih Pitoeng menegaskan.

“Terutama terhadap para korban jiwa di Bawaslu serta ditangkapnya orang-orang yang tak bersalah,” tegasnya.

Jalih Pitoeng juga mengutarakan tentang bagaimana kawan-kawan nya selaku aktivis yang memperjuangkan keadilan dan kebenaran dalam menolak hasil pemilu curang pada 2019 lalu.

“Jika anda lupa, saya ingatkan kembali, bahwa saya dan kawan-kawan dulu ditangkap oleh rezim Jokowi karena lantang menyuarakan dugaan pemilu curang dan menyuarakan salah satu korban jiwa di Bawaslu yaitu ananda kita Harun Al Rasyid agar Jokowi bertanggung jawab” kata Jalih Pitoeng mengingatkan.

Ditanya pendapatnya tentang perkara dokter Tifa, Jalih Pitoeng mengajak agar rakyat berpikir mundur sejenak ke tahun 2019 lalu.

“Saya menduga kuat bahwa penangkapan saya dan kawan-kawan kami saat itu adalah sebuah upaya pembungkaman yang diorganisir secara sistemik atas nama kekuasaan Jokowi menjelang pelantikan presiden kala itu,” sambung Jalih Pitoeng.

“Dengan upaya fitnah dan penggembosan perjuangan yang sedang menggelora saat itu hingga berujung penangkapan secara besar-besaran,” tambahnya menegaskan.

“Bahkan yang lebih memilukan ada cerita dari kawan-kawan kami yang mengalami penyiksaan pada proses penyidikan di kepolisian sebagaimana yang saat ini sedang viral diberbagai media sosial,” katanya.

Jalih Pitoeng juga mengutarakan bahwa kehadirannya di sidang perdana dokter Tifa, selain sebagai wujud solidaritas sesama aktivis, dirinya juga ingin menyampaikan pesan kepada rakyat bahwa begitu banyak dugaan kebohongan dan kejahatan yang dilakukan oleh rezim Jokowi bertopeng pencitraan.

“Oleh karena itu, hari ini saya hadir dalam rangka mendukung perjuangan dokter Tifa yang sedang berjuang,” lanjutnya menegaskan.

“Karena saya menduga kuat bahwa apa yang dialami dokter Tifa saat ini, tak jauh berbeda dengan apa yang saya alami dulu,” Jalih Pitoeng mengingatkan.

“Begitu banyak dosa-dosa Jokowi yang telah dilakukan terhadap bangsa ini. Terutama pada rakyat yang tidak bersalah,” Jalih Pitoeng menjelaskan.

Saat ditanya wartawan apa harapannya terhadap persidangan dokter Tifa, dirinya menjawab dengan balik bertanya.

“Apa salahnya dokter Tifa,” Jalih Pitoeng balik bertanya.

“Ini kan soal siapa yang lebih kuat dan memiliki kekuasaan,” ungkapnya.

“Awalnya kan Jokowi yang dilaporkan ke Mabes Polri. Tapi karena kekuasaan yang dia miliki, maka dilaporkan kembali oleh Jokowi ke Mapolda Metro Jaya,” Jalih Pitoeng mengingatkan.

“Biarlah semua ini berproses,” imbuhnya.

“Karena terdakwa itu juga belum tentu bersalah. Semua akan diuji dimeja pengadilan ini,” lanjutnya.

“Yang penting, semua aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan hingga kehakiman melakukannya dengan baik, prosedur dan jujur yang paling utama,” pinta Jalih Pitoeng.

Didesak pertanyaan bagaimana pendapatnya tentang pemerintahan Prabowo atas perkara ini, mantan relawan militan Prabowo inipun menjawab dengan tegas.

“Ya pak Prabowo harus berpihak pada rakyat. Jika tidak, maka belum ada sejarahnya penguasa menang melawan rakyatnya sendiri,” Jalih Pitoeng mengingatkan.

“Apalagi jika ada rakyat yang tak bersalah didzolimi karena adanya relasi kekuasaan,” sesal Jalih Pitoeng.

“Namun jangan lupa, bahwa kebenaran mungkin bisa disingkirkan oleh uang dan kekuasaan. Tapi kebenaran tidak bisa dikalahkan” pungkas Jalih Pitoeng menandaskan.

“Saya tidak minta ingin jadi menteri karena saya juga tahu diri. Tapi saya minta agar Prabowo tegas dalam memimpin negara ini. Jika tidak, saya sangat meyakini bahwa rakyat akan meninggalkannya,” lanjutnya mengingatkan.

“Oleh karena itu kita minta agar Jokowi segera diadili,” pungkas Jalih Pitoeng.

Selain Jalih Pitoeng, banyak juga para tokoh nasional, akademisi, emak-emak dan aktivis perempuan yang menghadiri sidang perdana dokter Tifa.

Diantaranya Menuk Wulandari bersama rombongan emak-emak ARM, Wati Usahawati ketua ASPIRASI yang biasa disapa bunda Wati yang juga hadir bersama puluhan emak-emak ASPIRASI.

“Kalo kita sih mau nya Jokowi bawa ijazah aslinya,” kata bunda Wati saat ditanya awak media.

“Agar rakyat semua tahu kalo pak Jokowi ijazah nya itu asli,” sambungnya.

“Kalo kagak asli, terus bagaimana sikap pemerintah saat ini. Apa mau diam aja,” pungkasnya.

Tak mau ketinggalan juga seorang pemilik yayasan dari kota Tasikmalaya yang bersama rombongannya sengaja hadir untuk menyaksikan secara langsung jalannya persidangan.

“Anda bisa bayangkan betapa malu dan hancurnya negara ini jika ijazah itu palsu,” kata Nafilah.

“Saya ini seorang pendidik, sudah puluhan tahun. Sedih dan sangat marah terhadap ulah Jokowi ini,” umpatnya.

“Berkelit-kelit terus, sehingga membuat gaduh bangsa ini selama bertahun-tahun. Jika memang dia punya ijazah asli, kenapa enggak sejak persidangan dengan Bambang Tri dan Gus Nur ijazah itu dihadirkan di pengadilan,” tanya nya kesal seraya berjalan meninggalkan awak media. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *