banner 728x250

LSB PP Muhammadiyah Gelar Rakernas 2026, Perkuat Dakwah Berkemajuan melalui Seni dan Budaya

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi. Jakarta, 10 Juli 2026 – Lembaga Seni dan Budaya (LSB) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada 10–12 Juli 2026. Mengusung tema “Membumikan Dakwah Berkemajuan; Mengembangkan Ekosistem Seni Budaya yang Kreatif dan Inklusif”, kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat peran seni dan budaya sebagai bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah.

Ketua panitia dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian Rakernas diawali dengan tausiah dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, serta pidato kebudayaan yang disampaikan Menteri Kebudayaan, Prof. Dr. Fadli Zon.

Pembukaan Rakernas dikemas secara khas melalui pertunjukan seni dan budaya, mulai dari pembacaan Tilawatil Quran, penampilan tari tradisional, hingga pertunjukan dari SMA Muhammadiyah 3. Pada malam harinya, peserta akan disuguhkan pementasan seni Lenong Betawi yang turut dihadiri Menteri Kebudayaan sebagai bentuk apresiasi terhadap kekayaan budaya Nusantara.

Memasuki hari kedua, Rakernas akan membahas berbagai isu strategis mengenai konsep pengembangan kebudayaan Muhammadiyah, penguatan dakwah melalui seni, serta penyusunan program kerja Lembaga Seni dan Budaya PP Muhammadiyah. Beragam bidang menjadi fokus pembahasan, di antaranya seni film, teater, seni rupa, dan berbagai bentuk ekspresi budaya yang dapat dikembangkan sebagai media dakwah yang kreatif, inklusif, dan berkemajuan.

Selain agenda persidangan, para peserta yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia dijadwalkan diterima Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Balai Kota. Mereka juga akan mengikuti kunjungan budaya ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan sebagai bagian dari pengenalan pusat pelestarian budaya Betawi.

Rakernas diikuti oleh unsur Lembaga Seni dan Budaya Muhammadiyah tingkat wilayah dan daerah, perwakilan perguruan tinggi, komunitas seni, serta peserta dari berbagai daerah, mulai dari Papua, Sumatera Utara, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Dalam kesempatan tersebut juga mengemuka harapan agar Muhammadiyah dapat memiliki fakultas atau program studi seni dan budaya di lingkungan perguruan tingginya. Gagasan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam melahirkan sumber daya manusia yang mampu mengembangkan seni dan budaya sebagai bagian dari dakwah Islam yang mencerahkan.

Melalui Rakernas ini, Lembaga Seni dan Budaya PP Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk menjadikan seni dan budaya sebagai instrumen dakwah yang adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan yang kreatif, inklusif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *