Suarademokrasi, Jakarta – Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Se-Jabodetabek menggelar Leadership Forum bertajuk “Executive Insights: Menjadi Pemimpin BUMN yang Berintegritas, Adaptif, dan Berdaya Saing”. Forum tersebut menjadi ruang bagi para alumni untuk membahas tantangan kepemimpinan, integritas, hingga adaptasi dalam mengelola korporasi dan lembaga negara.
Direktur Pemasaran Korporat PT Pertamina Subholding Downstream, Dr. Ir. Alimuddin Baso, S.T., M.B.A., hadir sebagai salah satu pembicara utama dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kemampuan kepemimpinan menjadi aspek penting dalam mengelola perusahaan maupun institusi pemerintahan.
“Aspek leadership sangat dibutuhkan dalam konteks memimpin korporasi, sama halnya ketika kita memimpin di kementerian maupun lembaga,” ujar Alimuddin di hadapan peserta forum.
Dalam kesempatan itu, Alimuddin turut membagikan pengalamannya selama berkarier di Pertamina sejak pertengahan 2023. Ia mengungkapkan berbagai tantangan dalam tata kelola industri migas, termasuk pentingnya integrasi bisnis di lingkungan BUMN.
Menurutnya, integrasi bisnis tidak cukup hanya dilakukan dari sisi legal dan substansi. Faktor budaya kerja atau culture juga menjadi bagian penting agar proses integrasi mampu menghasilkan efisiensi dan produktivitas.
“Integrasi bisnis terkadang mengalami diskursus pada aspek culture. Namun, kami meyakini bahwa penguatan governance, risk, and compliance adalah modal dasar yang wajib dipenuhi,” tegasnya.
Alimuddin juga menyoroti posisi strategis Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Menurutnya, layanan Pertamina mencakup berbagai sektor, mulai dari kebutuhan BBM industri, pertambangan, TNI/Polri, hingga penerbangan melalui penyediaan avtur.
Selain itu, Pertamina juga memiliki peran dalam memastikan distribusi energi untuk masyarakat, termasuk LPG dan solar bagi nelayan serta kelompok masyarakat lainnya.
“Karena itu, kepemimpinan di dalam korporasi energi memiliki tantangan yang tidak sederhana. Dibutuhkan tata kelola yang kuat sekaligus kemampuan beradaptasi terhadap perubahan,” katanya.
Alimuddin menilai pemimpin juga harus mampu menjadi teladan bagi organisasi. Keteladanan tersebut, kata dia, tidak hanya ditunjukkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui sikap dan perilaku sehari-hari dalam bekerja.
“Modal kita jika ingin menjadi role model pemimpin adalah kita sendiri yang harus memberi contoh. Kita perkuat kompetensi generasi muda serta dukung dengan budaya kerja yang sehat,” pungkasnya.
Leadership Forum IKA Unhas Se-Jabodetabek diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran gagasan dan pengalaman antarpemimpin, khususnya dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas, adaptif, serta mampu menghadapi tantangan dunia usaha dan pemerintahan yang semakin kompleks.
(Lucky)


















