Suarademokrasi, Tangerang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang terus memperkuat pengawasan internal sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan integritas dalarn pelaksanaan tugas pemasyarakatan. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan menindaklanjuti setiap informasi yang disampaikan masyarakat maupun berkembang di ruang publik.
Kepala Lapas Kelas I Tangerang, Beni Hidayat, mengatakan keterbukaan terhadap informasi merupakan bagian penting dalam membangun pengawasan yang efektif. Setiap informasi yang diterima, baik melalui masyarakat maupun yang berkembang di ruang publik, akan diverifikasi terlebih dahulu untuk memastikan kesesuaiannya dengan kondisi di lapangan.
“Setiap informasi yang masuk kami respons dengan cepat melalui proses verifikasi. Kami ingin memastikan setiap informasi yang beredar benar benar sesuai dengan fakta, sehingga langkah yang kami ambil juga memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Beni.
Selain menindaklanjuti informasi, pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan rutin maupun insidental, termasuk inspeksi mendadak (sidak) dengan melibatkan aparat penegak hukum (APH) dari unsur TNI dan Polri. Sinergi ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus memperkuat pencegahan peredaran handphone dan narkoba di dalam Lapas.
“Komitmen kami jelas, handphone dan narkoba tidak boleh beredar di dalam Lapas. Karena itu, pengawasan kami lakukan secara rutin, termasuk melalui sidak bersama TNI dan Polri. Sinergi ini penting untuk memperkuat upaya pencegahan sekaligus menjaga Lapas tetap aman dan tertib,” kata Beni.
Dalam pelaksanaan sidak, jajaran Lapas bersama unsur TNI dan Polri melakukan pemeriksaan pada sejumlah area blok hunian. Setiap temuan yang diperoleh menjadi bahan evaluasi, sementara apabila ditemukan pelanggaran, akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Lapas Kelas I Tangerang dalam menjalankan Program Zero Halinar (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba). Bagi Beni, komitmen tersebut harus diwujudkan melalui pengawasan yang konsisten dan tindakan nyata.
“Zero Halinar tidak boleh berhenti sebagai slogan. Pencegahan, pengawasan, dan evaluasi harus terus berjalan. Apabila ditemukan pelanggaran dan telah terbukti melalui pemeriksaan, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan,” tegasnya. Komitmen pengawasan tersebut juga ditunjukkan saat Lapas Kelas | Tangerang menindaklanjuti informasi yang berkembang di ruang publik pada Jumat (21/8).
Jajaran Lapas melakukan pemeriksaan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar, termasuk terkait identitas, alamat, waktu pengambilan dokumentasi, hingga dugaan adanya fasilitas khusus.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah narasi yang berkembang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Berdasarkan verifikasi petugas, informasi mengenai identitas, alamat, waktu pengambilan dokumentasi, maupun dugaan adanya fasilitas khusus tersebut tidak terbukti.
Meski informasi tersebut tidak terbukti, proses verifikasi tetap menjadi bagian penting dalam pengawasan. Beni menilai setiap informasi yang diterima dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat sejauh mana sistem pengawasan telah berjalan dan bagian mana yang masih perlu diperkuat.
“Kami memahami bahwa kepercayaan publik dibangun melalui tindakan nyata. Karena itu, setiap informasi yang masuk tetap kami jadikan bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan di Lapas Kelas | Tangerang,” ujarnya.
Melalui pengawasan yang dilakukan secara konsisten, keterbukaan terhadap informasi, serta sinergi bersama TNI dan Polri, Lapas Kelas I Tangerang berkomitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan tertib. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari membangun budaya integritas dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemasyarakatan. (L)


















