banner 728x250

Peringati Hari Jadi yang ke 2, FABAJA Gelar Budaya Betawi di BKT Jakarta Timur

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, JAKARTA | Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke 2, FABAJA (Forum Adat Budaya Jakarta) berencana akan menggelar acara Gebyar Budaya di pintu air BKT (Banjir Kanal Timur) Jakarta Timur.

Selain memperingati hari jadi yang kedua, FABAJA juga ingin berperan aktif dalam memelihara, menjaga dan melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya Betawi.

Ditemui dilokasi pintu air BKT, Penggagas acara sekaligus pembina FABAJA mengatakan bahwa dirinya ingin berperan aktif dalam rangka melestarikan budaya Betawi.

Sosok guru silat dari berbagai aliran tersebut mengutarakan keinginannya agar budaya Betawi ini diperkenalkan pada masyarakat khususnya bagi para generasi muda Betawi.

“Ini merupakan gelaran acara budaya Betawi yang pertama kalinya di pintu air BKT Malaka,” ungkap Haji Neng, Jum’at (01/05/2026).

“Sebagai orang Betawi, khususnya dikawasan BKT ini, kita ingin agar masyarakat tahu bahwa di kawasan BKT ini banyak para pelaku seni budaya,” sambungnya menjelaskan.

“Baik kesenian Betawi maupun silat-silat tradisi Betawi,” imbuhnya.

Sosok guru silat yang dituakan di kawasan BKT ini menyampaikan bahwa acara yang rencananya akan digelar pada hari Sabtu, 9 Mei ini akan dihadiri oleh para pelaku seni budaya Betawi serta para pimpinan sanggar silat se-Jabodetabek.

“Insya Allah acara ini akan dihadiri oleh pak Walikota dan para pelaku seni budaya serta para pimpinan sanggar silat se-Jabodetabek,” katanya.

Berdasarkan keterangan panitia, acara Gelar Budaya tersebut akan menampilkan hiburan kesenian budaya Betawi dan penampilan atraksi silat dari berbagai aliran yang ada. Termasuk Topeng Betawi haji Mandra dan Sabar Bokir.

Sementara ketua umum Yayasan Perjuangan Rakyat, Jalih Pitoeng yang ditemui di lokasi mengutarakan agar acara-acara seperti ini harus terus digelorakan dalam rangka menjaga, memelihara dan melestarikan sekaligus mengembangkan seni budaya Betawi.

“Kami dari Jalih Pitoeng Centre bersama YASBI dan FORMASI serta Gerakan Sadar Budaya akan selalu mendukung agenda-agenda acara seperti ini,” kata Jalih Pitoeng.

“Sebagai mitra pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, secara institusional kita akan selalu memberikan support sistem dan manajemen penyelenggaraan termasuk juga memberikan advokasi kepada kawan-kawan. Baik dalam kapasitasnya sebagai pelaku seni budaya apalagi sebagai penyelenggara yang terkadang ada saja berbagai kendala yang terjadi,” kata Jalih Pitoeng.

“Seperti yang dialami oleh saudara kita panitia. Maka kita wajib membantu guna mendorong percepatan diterbitkannyan perijinan sekaligus memfasilitasi beberapa kebutuhan yang dianggap perlu,” sambung Jalih Pitoeng menandaskan.

“Karena bagi kita ini merupakan kewajiban moral, sosial dan kultural demi menjaga, memelihara dan mengembangkan seni budaya Betawi,” sambung nya.

“Dan ini juga merupakan rangkaian dari konsep perjuangan kita bersama terutama pasca terungkapnya mega korupsi di Dinas Kebudayaan DKI Jakarta beberapa waktu lalu,” Jalih Pitoeng mengingatkan.

Ditanya apa harapan dari acara Gelar Budaya ini, Jalih Pitoeng berharap agar dapat dijadikan sebagai momentum untuk membangun kesadaran kolektif secara regional demi kemajuan budaya Betawi dalam menyambut Jakarta sebagai kota global.

“Kita berharap semoga ini menjadi momentum untuk membangkitkan kesadaran kolektif secara regional bahkan nasional tentang arti penting menjaga, memelihara sekaligus mengembangkan budaya sebagai jatidiri bangsa,” pungkasnya. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *