banner 728x250

Tani Merdeka Indonesia Desak Penegakan Hukum atas Pernyataan Feri Amsari Soal Swasembada Pangan

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Tani Merdeka Indonesia bersama Aliansi Masyarakat Petani mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas pernyataan Feri Amsari yang menyebut keberhasilan swasembada pangan sebagai “kebohongan publik”. Pernyataan tersebut dinilai tidak berdasar dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Koordinator Aksi, Aiman Adnan, mengatakan narasi tersebut tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Pernyataan seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merendahkan kerja keras petani dan pedagang di seluruh Indonesia. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,” ujar Aiman dalam keterangannya.

Menurut Aiman, tudingan yang tidak berbasis data berpotensi memicu keresahan publik dan memecah belah persatuan bangsa. Karena itu, pihaknya meminta Kepolisian segera mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap menyebarkan informasi tidak benar.

Dalam pernyataan sikapnya, Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan merupakan capaian nyata yang dirasakan langsung oleh petani dan pedagang di berbagai daerah.

Mereka juga mengungkapkan data dari Badan Pangan Nasional yang menunjukkan Indonesia mencapai swasembada beras pada 2025 dengan produksi 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025.

“Ini bukan sekadar klaim. Ini fakta di lapangan. Produksi meningkat, stok tersedia, dan masyarakat bisa mengakses pangan dengan baik,” tegas Aiman.

Lebih lanjut, aliansi menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.

Mereka juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga persatuan. Para petani dan pedagang diminta tetap solid dan tidak terprovokasi oleh narasi yang dinilai menyesatkan.

“Petani dan pedagang akan terus berada di garis depan menjaga pangan negeri. Kami tidak akan diam ketika kerja keras kami direndahkan oleh informasi yang tidak benar,” pungkasnya. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *