Suarademokrasi, Jakarta – Emiten pengolahan ikan terintegrasi, PT Damas Samudra Fishing Industry Tbk (DSFI), membukukan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025. Perseroan berhasil mencatatkan total penjualan sebesar Rp654 miliar, atau tumbuh 14% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang didorong oleh strategi transformasi berfokus pada produk bernilai tinggi (value-added products).
Direktur Utama DSFI, Ewijaya, menjelaskan bahwa performa solid ini ditopang oleh pertumbuhan di kedua lini pasar perusahaan, baik ekspor maupun domestik.
”Penjualan ekspor yang menjadi motor utama perseroan mencapai Rp610 miliar atau tumbuh 14%. Sementara itu, pasar domestik juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 10% dengan nilai Rp44 mliar,” ujar Ewijaya dalam acara Public Expose yang membahas tahun buku 2025 dan triwulan I-2026.
Dari segi volume, total penjualan DSFI sepanjang 2025 tumbuh sebesar 1,1%. Keberhasilan ini juga didukung oleh kenaikan rata-rata harga jual ekspor perseroan menjadi USD 10 per kilogram, naik dari USD 9,2 per kilogram pada tahun sebelumnya, serta dampak positif penguatan mata uang dolar AS terhadap rupiah.
Produk fish fillet (kakap merah, angoli, mahi-mahi) menjadi kontributor terbesar dengan porsi 69% dari total penjualan, diikuti oleh gurita (octopus) sebesar 18%, dan tuna (yellowfin) sebesar 7%. Sisa penjualan disumbang oleh produk lainnya dan produk sampingan (side product).
Laba Bersih Melonjak 58%
Pada kesempatan yang sama, Direktur DSFI Cynthia Andeoko memaparkan bahwa pertumbuhan top-line ini berhasil mendorong profitabilitas perusahaan secara signifikan. EBITDA perseroan naik 27% menjadi Rp36 miliar dengan margin EBITDA yang meningkat dari 4,9% menjadi 5,5%.
”Laba bersih perseroan di tahun 2025 meningkat signifikan sebesar 58% menjadi Rp19,7 miliar dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp12,5 mliar. Margin laba bersih kami juga naik ke level 3%,” kata Cynthia.
Selain strategi fokus pada produk bernilai tinggi, kenaikan laba ini juga dipengaruhi oleh efisiensi biaya pengangkutan ekspor (freight) yang secara tahunan (full year) mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024, meskipun sempat bergejolak di tengah tahun.
Kinerja Kuartal I-2026 dan Target Tahunan
Memasuki tahun 2026, DSFI mempertahankan tren pertumbuhan pada kuartal I-2026 dengan mengantongi penjualan total sebesar Rp183 miliar. Lini ekspor menyumbang Rp174 miliar (tumbuh 20% year-on-year) berkat kenaikan harga jual rata-rata menjadi USD 10,1 per kilogram.
Namun, penjualan domestik di kuartal I-2026 terkoreksi 30% menjadi Rp9 miliar akibat siklus panjang libur Lebaran yang jatuh pada periode tersebut. Kendati demikian, perseroan berhasil mengamankan kenaikan laba bersih sebesar 20% menjadi Rp4,3 miliar di kuartal pertama ini berkat penurunan beban keuangan.
Untuk sepanjang tahun 2026, DSFI menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 6% menjadi Rp695 miliar. “Melihat realisasi kuartal pertama yang sudah mencapai 26% dari target tahunan, kami optimistis perseroan masih berada di jalur yang tepat (on track) untuk memenuhi target 2026,” tambah Ewijaya.
Ekspansi Infrastruktur dan Keberlanjutan
Guna mendukung target tersebut, DSFI yang saat ini mengoperasikan pabrik di Jakarta dan Kendari serta jaringan mini plant di berbagai wilayah Indonesia (Jawa, Sulawesi, Ambon, Ternate, hingga Papua), tengah memproses pembukaan dua mini plant baru di Sumatera Utara dan Aceh.
Perseroan juga terus memperkuat aspek keberlanjutan dan kepatuhan standar global dengan mengantongi berbagai sertifikasi internasional, seperti FDA (AS), BRCGS (Eropa), MSC CoC (Ecology-labelling), serta audit sosial SMETA demi memastikan praktik bisnis yang etis dan ramah lingkungan. Di sisi operasional, DSFI telah mengimplementasikan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan skema sewa jangka panjang untuk menekan emisi karbon.
Per 31 Maret 2026, posisi keuangan DSFI berada dalam kondisi sangat sehat dengan rasio lancar (current ratio) di level 1,99 kali, rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio) sebesar 40,9%, dan nilai buku per saham (book value per share) yang meningkat ke Rp156,6 per lembar saham. (L)


















