banner 728x250

PLN Nusantara Power Kembangkan Stasiun Pengisian Hidrogen untuk Dukung Ekosistem Kendaraan Ramah Lingkungan

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – PT PLN Nusantara Power (PLN NP) terus mengembangkan ekosistem hidrogen sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi bersih di Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membangun Hydrogen Refueling Station (HRS) atau stasiun pengisian hidrogen untuk kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Direktur Pengembangan Bisnis dan Niaga PLN Nusantara Power, Dwi Hartono, mengatakan hidrogen yang digunakan di HRS berasal dari pembangkit listrik milik PLN Nusantara Power. Fasilitas tersebut dirancang menyerupai stasiun pengisian bahan bakar, namun diperuntukkan bagi kendaraan yang menggunakan hidrogen sebagai sumber energi.

“Ini salah satu bagian dari ekosistem pemanfaatan hidrogen. Hidrogen yang diproduksi dari pembangkit kami dimasukkan ke refueling station untuk mengisi kendaraan berbahan bakar hidrogen,” ujar Dwi.

Menurut Dwi, pengembangan HRS saat ini masih berada pada tahap proof of concept (PoC) atau uji coba. Karena itu, fasilitas tersebut belum digunakan untuk kebutuhan komersial.

Ia menjelaskan, strategi tersebut dilakukan untuk membangun ekosistem hidrogen terlebih dahulu, sebagaimana pengembangan kendaraan listrik yang diawali dengan penyediaan infrastruktur pendukung sebelum digunakan secara luas oleh masyarakat.

Pada tahap awal, PLN Nusantara Power memanfaatkan kendaraan operasional internal yang telah dimodifikasi menggunakan teknologi fuel cell, sehingga mampu mengubah hidrogen menjadi energi listrik sebagai sumber penggerak kendaraan.

Dwi mengakui biaya produksi hidrogen saat ini masih relatif tinggi, terutama jika diproduksi melalui proses elektrolisis. Meski demikian, perkembangan teknologi diharapkan dapat membuat produksi hidrogen menjadi lebih efisien dan ekonomis di masa mendatang.

Ia menambahkan, PLN Nusantara Power akan berfokus pada penyediaan hidrogen serta pembangunan ekosistem pendukungnya. Sementara itu, pengembangan dan produksi kendaraan hidrogen secara massal dinilai memerlukan kolaborasi dengan industri otomotif.

“Kami fokus pada produksi hidrogen dan pengembangan ekosistemnya. Untuk kendaraan secara massal tentu perlu diskusi dan kolaborasi dengan pabrikan otomotif,” katanya.

Selain dimanfaatkan untuk sektor transportasi, hidrogen juga diproyeksikan menjadi salah satu sumber energi bagi pembangkit listrik pada masa depan. Melalui pengembangan infrastruktur tersebut, PLN Nusantara Power berharap pemanfaatan hidrogen sebagai energi bersih semakin dikenal dan dapat mendukung percepatan transisi energi di Indonesia. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *