Suarademokrasi, JAKARTA – Ketua Umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi), Jalih Pitoeng menyambut baik keputusan presiden Prabowo Subianto yang telah memberhentikan secara resmi Kepala Badan Gizi Nasional Hendrayana.
Karena diketahui sebelumnya Jalih Pitoeng menyoroti tentang banyaknya suara sumbang mengenai banyaknya persoalan yang timbul terkait operasional penyaluran program pemerintah Makan Bergizi Gratis sebagai salah satu program unggulan Prabowo Subianto.
Selain itu, aktivis kritis dari tanah Betawi yang sempat menikmati jeruji besi di bawah rezim Jokowi akibat fanatiknya menjadi Relawan Militan Prabowo ini juga mengecam keras tentang pemborosan anggaran yaitu pembelian mobil dan kendaraan yang bernilai sangat fantastis.
Sebagai diberitakan sebelumnya, bahwa berkaitan dengan kebijakan BGN tersebut, Jalih Pitoeng sampaikan dukungannya.
“Kami sangat mendukung sikap tegas yang diambil pihak BGN,” ungkap Jalih Pitoeng, Kamis (14/05/2026).
“Agar orang tidak main-main terhadap kesehatan dan keselamatan anak bangsa. Apalagi mereka berada dalam masa pertumbuhan,” sambung Jalih Pitoeng.
Pemimpin Jalih Pitoeng Centre ini juga sangat kecewa dengan adanya dugaan bahwa program makan bergizi ini dijadikan bancakan.
“Menurut kami ini adalah program yang mulia. Sehingga kita semua berkewajiban untuk sama-sama mengawasinya demi perbaikan gizi penerus bangsa,” kata Jalih Pitoeng.
Ditanya pendapatnya tentang pengadaan kendaraan yang mencapai puluhan miliar, Jalih Pitoeng secara objektif mengecam pemborosan tersebut.
“Saya ini mantan relawan militan Prabowo. Tapi saya harus objektif melakukan kritik yang korektif tapi konstruktif,” jawabnya.
“Yang baik kita teruskan dan yang buruk harus dihentikan,” pintanya tegas.
“Jika memang terbukti ada oknum pejabat yang melakukan penyalahgunaan wewenang, kita minta pak Prabowo untuk memberikan sanksi yang tegas agar tidak merusak program yang mulia ini,” pinta Jalih Pitoeng menegaskan.
“Karena program makan bergizi adalah program sosial. Jadi jangan dijadikan proyek untuk mengeruk keuntungan,” Jalih Pitoeng menegaskan.
Terkait dengan ditunjuknya Nanik Sudaryati Deyang sebagai pengganti Kepala BGN yang secara resmi semalam telah diberhentikan, dirinya sangat setuju bahkan mendukung keputusan presiden tersebut.
“Pas, cocok, layak dan sangat pantas,” kata Jalih Pitoeng, Rabu (3/6/2026).
“Karena kita sangat faham perjuangan beliau yang konsisten digaris perjuangan 08 selama bertahun-tahun,” Jalih Pitoeng mengingatkan.
“Kalo istilah emak saya mah ‘Kagak ada macan makan anak’. Artinya, ini program ibu yang memberikan makan anak bergizi,” celetuk Jalih Pitoeng, saat dihubungi awak media.
Diketahui, Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang adalah seorang politikus Indonesia kelahiran Madiun, Jawa Timur yang pernah mengecam pendidikan dan merupakan lulusan (Angkatan ’83) Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman
Semula berkarier sebagai wartawan Tabloid Bangkit dan menjadi tim sukses Prabowo pada pemilihan Presiden 2019 silam.
“Maka saya sangat berkeyakinan bahwa program perencanaan pembentukan generasi emas ini akan beliau jaga sedetil mungkin, efektif, efesien dan akuntabel,” pungkas Jalih Pitoeng menandaskan. (L)


















