Suarademokrasi, Jakarta – Tragedi berdarah akibat tabrakan kereta api Argo Bromo dengan KRL yang diduga akibat salah satu taxi online di sebuah lintasan kereta api di Bekasi, menimbulkan duka mendalam bagi kita semua. Terutama bagi para korban jiwa yang tak bisa diselamatkan.
Sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap rakyatnya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan sigap langsung mengunjungi para korban di RSUD Bekasi.
Selain mengucapkan belasungkawa kepada para keluarga korban jiwa, presiden juga mengunjungi dan menyapa para korban luka yang sedang dirawat.
Dihadapan para wartawan, Prabowo juga menginstruksikan agar semua korban harus segera mendapat pelayanan medis.
Selain itu, Prabowo juga meminta kepada para pejabat terkait untuk segera melakukan investigasi tentang peristiwa tabrakan tersebut.
Untuk mencegah hal tersebut terulang kembali, Prabowo berencana akan membantu pemerintah daerah kota Bekasi dalam membangun flyover pada setiap lintasan kereta dengan bantuan pemerintah pusat sebesar kurang lebih empat triliun rupiah.
Menyikapi hal tersebut, salah satu pengamat sosial dari tanah Betawi sangat mengapresiasi langkah-langkah yang diambil dengan sigap oleh Prabowo.
“Kita sangat mendukung terhadap langkah dan kesigapan pak Prabowo atas tragedi tersebut,” kata Jalih Pitoeng, Rabu (29/04/2026).
Menurut Jalih Pitoeng, membangun flyover dan underpas pada setiap lintasan kereta merupakan salah satu langkah yang tepat dalam meningkatkan kelancaran jalur transportasi kereta sekaligus mengurangi kemacetan serta meminimalisir terjadinya tabrakan kereta di lintasan penyebrangan.
“Kita sangat prihatin dan berduka atas meninggalnya para pejuang keluarga yang wafat usai pulang bekerja,” ungkap Jalih Pitoeng.
“Dan tabrakan kereta ini mengingatkan kita pada peristiwa tragedi Bintaro dulu,” kenang Jalih Pitoeng.
“Dimana tabrakan yang sangat tragis dan dramatis itu mengakibatkan ratusan orang meregang nyawa. Dan pak Harto pun selalu presiden Republik Indonesia, langsung menginstruksikan untuk segera dibuat rel ganda seperti yang kita lihat saat ini agar tidak terjadi lagi tabrakan lawan arah dalam satu rel” sambungnya.
*Kebutuhan dan Kenyamanan*
Selain memberikan dukungan kepada Prabowo, Jalih Pitoeng juga meminta kepada pihak KAI untuk segera meningkatkan pelayanan KRL di semua jurusan.
“Kereta ini kan adalah satu-satunya moda transportasi massal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Jalih Pitoeng mengingatkan.
“Oleh karena kita minta kepada pihak KAI agar melakukan evaluasi guna meningkatkan pelayanannya,” pinta Jalih Pitoeng.
Ditanya awak media tentang bentuk peningkatan pelayanan seperti apa, dirinya mengatakan tentang kepadatan penumpang didalam gerbong.
“Salah satu peningkatan pelayanan KRL adalah dengan menambah gerbong agar memiliki daya angkut yang optimal dan tidak menghilangkan nilai-nilai kemanusiaan,” jawabnya.
Kenyamanan penumpang juga menjadi sorotan tajam bagi sosok aktivis Betawi yang dikenal sangat kritis ini.
“Selain pelayanan yang tepat waktu, kenyamanan juga sangat penting untuk diperhatikan. Sehingga semaksimal mungkin jangan sampai ada yang berdesak-desakan didalam gerbong. Karena itu sangat mengganggu kenyamanan penumpang,” ungkapnya.
“Sedangkan rakyat tidak ada pilihan naik kereta lain karena tidak ada perusahaan lain yang mengoperasikan moda transportasi massal seperti KRL ini,” lanjut Jalih Pitoeng menegaskan.
“Akan tetapi jangan karena rakyat tidak punya pilihan, kemudian tidak diberikan pelayanan yang optimal, dan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan” tegasnya.
*Kwalitas dan Likuiditas*
Sosok yang sangat mendukung program pemerintah dalam peningkatan transportasi umum inipun berpendapat bahwa KAI merupakan salah satu Persero yang sangat sehat secara finansial.
Sehingga tidak sulit untuk melakukan terobosan-terobosan guna peningkatan pelayanan bagi pelanggan.
“Secara likuiditas, KAI itu sangat likuid. Bahkan rakyat sudah bayar duluan koq jauh sebelum mereka masuk peron. Artinya KAI itu sangat sehat secara finansial,” Jalih Pitoeng menandaskan.
Terkait dengan rencana pembangunan flyover yang digaungkan oleh presiden Prabowo, ketua umum FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) ini juga mengajak seluruh masyarakat dan para wakil rakyat yang memiliki fungsi anggaran dan pengawan untuk sama-sama mendorong percepatan pembangunan sekaligus mengawasi proses pembangunannya agar terhindar dari tindakan-tindakan yang koruptif.
“Ini semua demi kelancaran, penekanan kemacetan dan keamanan sekaligus kenyamanan serta keselamatan penumpang. Maka mari kita dukung sekaligus kita awasi agar tidak di korupsi” pungkas Jalih Pitoeng.
*Investasi dan Lisensi*
Tragedi tabrakan kereta api di Bekasi yang menyayat hati ini, menurut Jalih Pitoeng merupakan sebuah tamparan besar bagi kita semua. Terutama para pengambil kebijakan terkait lisensi dan perijinan usaha di bidang transportasi yang sangat rentan terhadap terjadinya kecelakaan.
“Sebagaimana kita ketahui bersama dalam berbagai pemberitaan bahwa kecelakaan ini terjadi berawal dari mogoknya taksi online listrik yang mati ditengah jalur perlintasan,” kata Jalih Pitoeng.
“Untuk itu, kita minta semua instansi terkait khususnya kementerian perhubungan untuk melakukan investigasi secara totalitas demi mencegah terulang kembalinya peristiwa yang sama dikemudian hari,” pintanya.
“Maka selaku pemegang otoritas tertinggi didunia transportasi, kita mendesak kementerian perhubungan dalam hal ini Dirjen Perhubungan untuk segera membekukan ijin operasionalnya,” pintanya menegaskan.
“Kita bukan ingin menghambat kemajuan investasi, tapi ini tentang keselamatan rakyat Indonesia,” sambungnya menegaskan.
“Karena idealnya perusahaan-perusahaan operator angkutan darat itu wajib memenuhi peraturan dan perundang-undangan dalam hal ini uji kelayakan yang dilakukan secara berkala,” pungkasnya. (L)



















