Suarademokrasi, Jakarta – PT DuPont Specialty Products Indonesia memamerkan sejumlah teknologi pemurnian air dalam ajang Indo Water. Perusahaan asal Amerika Serikat itu turut memperkenalkan teknologi untuk mengolah sisa garam atau brine concentrating.
Technical Service & Development Leader PT DuPont Specialty Products Indonesia, Pramudito Aji Wicaksono, mengatakan ada tiga teknologi utama yang ditampilkan dalam pameran tersebut, yakni Ultrafiltrasi, Reverse Osmosis (RO), dan Ion Exchange Resin.
“Ketiga teknologi ini digunakan untuk proses pemurnian air. Di pameran Indo Water kali ini, fokus kami juga mempromosikan teknologi membran untuk brine concentrating atau pemekatan garam,” kata Pramudito saat ditemui di pameran Indo Water, Jakarta 11/8/26.
Menurutnya, teknologi pemekatan garam tersebut sejalan dengan kebutuhan industri dan dorongan pemerintah untuk meningkatkan produksi garam dalam negeri. Sisa garam dari proses pemurnian air dapat diolah kembali sehingga memiliki nilai guna untuk berbagai kebutuhan.
“Selama ini industri kimia dan makanan-minuman masih impor garam. Pemerintah mendorong industri lokal memproduksi garam sendiri. Supaya menghasilkan garam berkualitas tinggi, dipakai teknologi seperti yang kami tawarkan,” ujarnya.
DuPont sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan teknologi pengolahan air. Teknologi Ion Exchange Resin mulai dikomersialkan sejak dekade 1940-an, disusul Reverse Osmosis pada 1970-an dan Ultrafiltrasi yang semakin populer pada awal 2000-an.
Di Indonesia, divisi air DuPont mulai beroperasi sejak 2019. Sebelumnya, bisnis tersebut berada di bawah PT Dow Indonesia sebelum adanya restrukturisasi perusahaan.
Dari sisi harga, komponen filter pemurnian air yang ditawarkan DuPont berada di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 15 juta per elemen. Komponen tersebut kemudian diintegrasikan ke dalam sistem pengolahan air yang dilengkapi pompa, perpipaan, serta sistem kelistrikan.
Pramudito berharap pameran seperti Indo Water dapat meningkatkan pemahaman masyarakat maupun pelaku industri mengenai pentingnya pengelolaan sumber daya air.
“Orang kadang menganggap remeh soal air, padahal air adalah sumber kehidupan. Pameran ini menambah wawasan bahwa membuat proses air bersih itu tidak mudah, sehingga orang makin menghargai pentingnya air,” pungkasnya. (L)


















