banner 728x250

FKUI Kenalkan Teknologi Skrining TB Tanpa Laboratorium di Cilincing

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

Suarademokrasi, Jakarta – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menghadirkan inovasi skrining tuberkulosis (TB) tanpa laboratorium melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Cilincing. Kegiatan ini digelar selama dua hari, 24–25 April 2026, bertepatan dengan momentum Hari Tuberkulosis Sedunia 2026.

Ratusan warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus skrining TB menggunakan teknologi terbaru bernama CTST (C-Tuberculosis Skin Test). Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi antara akademisi dan industri biofarmasi.

Project Manager Jakarta Biopharmaceutical Industry (JBio), dr. Viryandi, menjelaskan CTST adalah metode uji kulit berbasis protein rekombinan spesifik Mycobacterium tuberculosis. Teknologi ini menggunakan antigen ESAT-6 dan CFP-10 sehingga hasilnya lebih spesifik dibanding metode konvensional.

“Keunggulan utama CTST adalah akurasinya yang tinggi serta tidak terpengaruh vaksin BCG, berbeda dengan metode TST,” ujar dr. Viryandi.

Selain itu, CTST dinilai lebih praktis karena tidak memerlukan pengambilan sampel darah seperti metode IGRA, sehingga cocok diterapkan di lapangan.

Teknologi ini juga telah direkomendasikan oleh World Health Organization dan mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan tingkat akurasi mencapai 95 persen.

Sebanyak 300 warga turut serta dalam kegiatan yang didukung oleh Bio Farma dan Kimia Farma. Selain skrining, masyarakat juga mendapatkan edukasi terkait gejala TB dan pentingnya deteksi dini.

FKUI berharap model skrining berbasis komunitas ini dapat diperluas secara nasional guna mempercepat upaya eliminasi TB di Indonesia. (L)

banner 728x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *