Suarademokrasi, Jakarta – Warga RW 09 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, kini memiliki akses terhadap air minum layak melalui depot air minum gratis yang diresmikan pada Sabtu (18/7/2026). Program berbasis swadaya masyarakat tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.
Peresmian depot air minum yang berlokasi di Jalan Multikarya RT 08/RW 09 itu dihadiri Lurah Utan Kayu Utara Yuni Sarofah, para Ketua RW se-Kelurahan Utan Kayu Utara, anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), pengurus RW 09, para Ketua RT, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.
Lurah Utan Kayu Utara Yuni Sarofah mengapresiasi inisiatif warga yang menghadirkan fasilitas air minum layak secara mandiri. Menurut dia, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.
“Program ini sangat baik. Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas gagasan yang sangat cemerlang ini. Warga membutuhkan air bersih dan air minum yang layak untuk keluarga maupun anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Yuni.
Ia berharap program serupa dapat dikembangkan di RW maupun kelurahan lain. Menurut Yuni, dukungan berbagai pihak, termasuk penyedia layanan air bersih, akan membantu menjaga keberlangsungan program sosial tersebut.
“Harapan saya RW-RW lain ataupun kelurahan lain bisa mencontoh program ini. Mudah-mudahan ada kolaborasi yang mendukung karena program ini murni bertujuan membantu masyarakat,” ujarnya.

Ketua RW 09 Utan Kayu Utara, Sumardi, menjelaskan depot air minum gratis tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pengurus RW dan seorang donatur warga yang memilih tidak dipublikasikan identitasnya.
Menurut dia, gagasan itu lahir dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat akan air minum layak dengan biaya yang terjangkau.
Meski menyediakan air minum secara gratis, pengelola menyiapkan kotak donasi sukarela untuk membantu biaya operasional, seperti pembayaran listrik dan perawatan alat. Namun, warga tidak diwajibkan memberikan sumbangan.
“Kalau ada yang ingin berdonasi Rp500 atau Rp1.000 silakan. Kalau tidak punya uang juga tidak masalah. Program ini memang bersifat sosial untuk membantu warga,” kata Sumardi.
Ia menambahkan, pihaknya terbuka untuk berbagi pengalaman kepada pengurus RW lain yang ingin mengembangkan program serupa.
“Kami siap berbagi pengetahuan, mulai dari proses pembentukan hingga pengelolaannya. Harapannya, semakin banyak wilayah yang bisa menghadirkan program seperti ini sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Sumardi. (L)


















