Suarademokrasi, Jakarta – Ratusan Jawara dan pelaku budaya Betawi memadati salah satu auditorium kementerian dalam negeri Jakarta Pusat, pada Sabtu 11 Juli 2026.
Acara diskusi guna menyerap aspirasi para jawara dan pelaku budaya yang dihadiri oleh berbagai sanggar silat yang ada di tanah Betawi tersebut merupakan sebuah trobosan yang positif dalam rangka menjaga, memelihara sekaligus melestarikan budaya lokal yaitu budaya Betawi.
Selain menjaga dan memelihara sekaligus melestarikan budaya, diharapkan juga agar para jawara dan pelaku budaya dapat menjaga warga dan negara.
Dalam sambutannya, Mayjend (Purn) TNI, Fauka Noor selaku penggagas JAWARA ini juga menegaskan bahwa ini adalah upaya pembinaan secara strategis bagi para pelaku budaya.
“Ini adalah awal dari upaya kita melakukan pembinaan kepada para pelaku budaya,” kata Fauka, Sabtu (11/7/2026).
“Khususnya para jawara dan pelaku budaya Betawi,” imbuhnya.
“Baik pelaksanaan, maupun pengawasan,” Fauka menegaskan.
Selain itu, Fauka juga menyampaikan bahwa pembinaan ormas ini adalah tanggung jawab kita bersama.
“Oleh karena itu kita berharap semoga Jawara ini, selain menjaga budaya, menjaga warga, juga harus menjaga dan membela negara,” harap Fauka.
“Maka kami bersama Kementerian dalam negeri dan kementerian Pertahanan, membangun sinergitas dalam pembinaan ormas khusunya para jawara dan pelaku budaya,” ujar Fauka.
Fauka juga mengutarakan bahwa baru kali ini Jawara dilibatkan untuk mengamankan istana.
“Baru kali ini Jawara diminta untuk mengamankan istana,” ujar Fauka.
“Dan saya ingin mengajak para Jawara untuk ikut mengamankan kan istana, menjaga warga, dan menjaga negara tentunya,” lanjut Fauka.
Fauka juga mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban dan tanggung jawab untuk menjaga wilayahnya.
“Karena kalian ini adalah pemilik wilayah secara kultural,” Fauka menegaskan.
“Sehingga, selain hak, juga merupakan sebuah kewajiban untuk menjaganya,” Fauka mengingatkan.
“Nanti saya juga akan meminta dan mengajak para jawara-jawara didaerah lain. Seperti Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi dan yang lainnya,” pintanya.
Ketua umum gerakan sadar budaya, Panca Nur yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya atas diselenggarakan acara tersebut.
“Kita sangat mengapresiasi langkah kementerian dalam negeri dan kementerian pertahanan atas di gagasnya JAWARA (Jaga Warga Jaga Negara) yang diselenggarakan hari ini,” ungkap Panca.
Panca berharap agar usulan para pelaku budaya ini bukan hanya di rangkum tapi terus di tindak lanjuti dengan kesadaran bersama sebagaimana yang selalu di sampaikan nya dalam berbagai kesempatan.
Cicit dari sang Maestro Silat Beksi, almarhum Kong Haji Hasbullah ini juga berharap agar JAWARA ini menjadi wadah baru bagi para pelaku budaya Betawi dari berbagai kalangan. Baik perguruan-perguruan silat Betawi maupun sanggar-sanggarnya.
Menurutnya, budaya harus bebas dari pada korupsi sebagaimana yang pernah terjadi pada dinas kebudayaan DKI Jakarta pada tahun lalu.
“Saya berharap, perjuangan kami bersama Bang Jalih Pitoeng dapat terus di jadikan semangat kita dalam pelestarian, pengembangan serta pengawasan,” ungkap Panca.
“Sejarah pengungkapan korupsi yang dilakukan oleh FORMASI (Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi) dibawah pimpinan Bang Jalih Pitoeng, tidak boleh kita lupakan,” lanjut Panca.
“Dimana momentum tersebut telah melahirkan YASBI (Yayasan Pelestarian dan Pengembangan Seni Budaya Betawi) sebagai langkah solutif bagi para pelaku seni budaya Betawi yang menjadi korban manipulasi dan korupsi selama bertahun-tahun,” Panca mengingatkan.
“Bahkan dari YASBI pun akhirnya melahirkan Gerakan Sadar Budaya selaku gerakan moral spiritual yang terus mengetuk kesadaran para pelaku seni dan budaya khususnya di tanah Betawi, agar sadar bahwa budayanya pernah dikorupsi” tegas Panca.
Panca juga berharap agar apa yang telah diperjuangkan agar terus dijaga dan dipelihara demi kebaikan dan kemajuan budaya betawi sekaligus peningkatan kesejahteraan para pelaku budayanya.
“Kita sudah memulai membuka tabir salah satu terhambatnya budaya Betawi untuk berkembang bersama Bang Jalih Pitoeng. Dengan segenap tenaga fikiran, materil dan moril untuk menyelamatkan apa yang menjadi hak para pelaku seni budaya.
Sementara Jalih Pitoeng yang tak sempat hadir karena harus menghadiri agenda yang lebih dahulu dijadwalkan, kepada JacindoNews menyampaikan rasa terimakasih dan bangganya kepada para penggagas, pelaksana dan peserta acara tersebut.
“Saya sangat berterimakasih sekaligus bangga kepada para penggagas, pelaksana serta para jawara selaku peserta acara,” ungkap Jalih Pitoeng.
“Dan acara seperti ini bahkan lebih ekstrim lagi, dulu pernah kita gelar di Setu Babakan dengan tema ‘Mendengar Jeritan Hati Seniman Betawi,” kata Jalih Pitoeng.
“Namun ini lebih spesifik yaitu para Jawara,” imbuhnya.
“Dan ini sangat bagus. Karena dalam rangka menjaga, memelihara, sekaligus melestarikan dan mengembangkan budaya secara regional ditanah Betawi, ini juga dapat dijadikan momentum penyatuan organisasi kemasyarakatan dalam menjaga dan memelihara keutuhan bangsa,” lanjut Jalih Pitoeng.
Selain itu, Jalih Pitoeng yang pernah mengungkap kasus korupsi ratusan miliar yang dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif oleh mantan Kadisbud Iwan Henry Wardhana, juga menyatakan kesiapan dirinya jika akan dilibatkan dalam pengembangan dan pengawasan JAWARA yang diinisiasi oleh Mayjend TNI (Purn) Fauka Noor sebagai langkah strategis, aspiratif, akomodatif dan antisipatif.
“Apalagi menjelang tahun-tahun politik. Maka dibutuhkan stabilitas politik guna memberikan kesejukan dimasyarakat, khususnya warga Jakarta,” kata Jalih Pitoeng.
“Oleh karena itu kami atas nama FORMASI dan YASBI mendukung penuh ide dan gagasan serta perencanaan dan pelaksanaan JAWARA yang sangat bermanfaat ini,” Jalih Pitoeng menegaskan.
“Bahkan kami sangat siap dan bersedia untuk dilibatkan dalam pengembangan dan pengawasan. Terutama di sektor kebudayaan. Agar tidak terulang kembali peristiwa kezoliman terhadap saudara-saudara kita para pelaku seni dan budaya Betawi seperti yang pernah terjadi,” pungkas Jalih Pitoeng menandaskan. (L)


















