Suarademokrasi, Jakarta – Promotor Nelson Nainggolan Promotion akan menggelar ajang tinju profesional di kawasan Ancol, Jakarta. Event tersebut tidak hanya menjadi hiburan olahraga, tetapi juga diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan dan regenerasi atlet tinju nasional.
Nelson Nainggolan selaku promotor mengatakan pertandingan yang akan digelar melibatkan 14 petinju profesional yang berasal dari tujuh partai pertandingan.
“Untuk petinju profesional ada 14 orang yang terdiri dari tujuh partai. Mereka tentu sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari dan menjalani latihan secara intensif menjelang pertandingan,” kata Nelson.
Terkait penjualan tiket, Nelson menjelaskan masyarakat dapat memperoleh informasi melalui pihak Ancol sebagai mitra penyelenggara. Pendaftaran dan pembelian tiket nantinya akan diumumkan melalui kanal resmi Ancol.
Menurutnya, ketentuan mengenai batas usia penonton juga akan mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara dan pengelola venue.
“Kami bekerja sama dengan pihak Ancol untuk urusan ticketing. Informasi lengkap mengenai tiket dan ketentuan penonton dapat dilihat melalui situs resmi Ancol,” ujarnya.
Nelson menegaskan pihaknya berperan sebagai promotor yang fokus pada penyelenggaraan pertandingan tinju profesional. Ia berharap kehadiran event ini dapat menjadi momentum kebangkitan dunia tinju Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai membutuhkan lebih banyak kompetisi berjenjang.
“Tujuan kami adalah menghidupkan kembali ekosistem tinju. Paling tidak harus sering ada kegiatan atau event yang berorientasi pada prestasi, bukan sekadar hiburan semata,” ungkapnya.
Menurut Nelson, pembinaan atlet sejak usia muda menjadi salah satu fokus utama. Dengan semakin banyaknya kompetisi, para petinju muda diharapkan memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan dan menemukan jalur karier yang tepat di dunia olahraga.
“Kami ingin ada pembibitan dan pembelajaran sejak dini. Dari usia muda mereka bisa mendapatkan pengalaman, ritme bertanding, hingga akhirnya memiliki peran dan prestasi sendiri di dunia tinju,” katanya.
Di sisi lain, Nelson mengakui penyelenggaraan pertandingan tinju profesional bukan hal yang mudah. Salah satu tantangan terbesar adalah mencari dukungan sponsor untuk mendukung operasional event.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada PT Pembangunan Jaya Ancol yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan ajang tersebut.
“Mencari sponsor untuk tinju profesional sangat sulit. Kami berterima kasih kepada PT Jaya Ancol yang memberikan dukungan besar. Ini menjadi apresiasi yang sangat tinggi bagi kami karena penyelenggaraan event seperti ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” tutur Nelson.
Ia berharap kerja sama antara promotor, sponsor, dan berbagai pihak terkait dapat terus terjalin sehingga dunia tinju Indonesia semakin berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (L)


















