banner 728x250

PRI Resmikan DPP Jurnalis dan Influencer, Fokus Cetak SDM Pers Profesional Hingga 2030

Avatar photo
banner 120x600
banner 468x60

SUARADEMOKRASI, JAKARTA – Partai Rakyat Indonesia (PRI) resmi melantik kepengurusan Jurnalis dan Influencer Rakyat Indonesia sebagai salah satu sayap partai. Pembentukan organisasi ini disebut bertujuan memperkuat komunikasi dengan masyarakat sekaligus membuka ruang masukan dari kalangan jurnalis dan kreator konten.

Ketua Umum PRI mengatakan, kehadiran sayap baru tersebut diharapkan dapat memperkuat fondasi demokrasi melalui penyampaian informasi yang benar dan bertanggung jawab.

“Partai Rakyat Indonesia harus peka dan mendengarkan semua masukan, terutama dari teman-teman jurnalis dan influencer. Ini untuk menopang fondasi bangsa dan negara,” kata Ketua Umum PRI di Jakarta.

Ia menegaskan kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, namun harus disampaikan secara beretika, berdasarkan fakta, dan tidak mengandung informasi bohong.

Ia menegaskan, kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan, tetapi harus disampaikan secara beretika, berdasarkan fakta, dan tidak mengandung informasi bohong.

“Jangan merusak, jangan anarkis, dan yang paling penting jangan mengeluarkan berita-berita hoaks,” ujarnya.

Menurutnya, di era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), peran jurnalis dan influencer semakin penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Ia menilai perkembangan media sosial juga menjadi tantangan baru sehingga setiap informasi yang disampaikan harus tetap mengedepankan fakta dan tidak merugikan pihak lain.

Menurut dia, di era digital dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), peran jurnalis dan influencer semakin penting dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

Ia juga menilai perkembangan media sosial menjadi tantangan baru sehingga setiap informasi yang disampaikan harus tetap mengedepankan fakta dan tidak merugikan pihak lain.

“Ukuran jangan hoaks itu adalah menyampaikan sesuatu dengan baik, benar sesuai fakta, dan tidak menyakiti pihak mana pun,” katanya.

Dalam kesempatan itu, PRI juga mengajak seluruh jurnalis dan influencer yang tergabung untuk ikut mengawal berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, pembangunan tiga juta rumah, serta Sekolah Rakyat.

Selain itu, ia menilai perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya Generasi Z yang lebih banyak mengakses TikTok dan Instagram dibanding televisi, merupakan perkembangan yang harus direspons secara positif.

Dalam kesempatan itu, PRI mengajak seluruh jurnalis dan influencer yang tergabung untuk ikut mengawal sejumlah program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, pembangunan tiga juta rumah, serta Sekolah Rakyat.

Selain itu, ia menilai perubahan pola konsumsi informasi masyarakat, khususnya generasi Z yang lebih banyak mengakses TikTok dan Instagram dibanding televisi, merupakan perkembangan yang harus direspons secara positif.

Meski demikian, ia menegaskan seluruh jurnalis dan influencer yang bergabung dalam organisasi tersebut tetap harus menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.

“Media mengikuti perkembangan zaman. Jurnalis dan influencer menjadi yang paling depan mengikuti perubahan ini, tetapi tetap harus berpegang pada kode etik jurnalistik,” pungkasnya. (L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *