Suarademokrasi, Jakarta – PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 dan Public Expose pada Rabu (10/6/2026) di Gedung Gozco, Jakarta Selatan. Dalam agenda tersebut, perseroan menegaskan komitmennya terhadap tata kelola perusahaan yang baik serta pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
RUPST menyetujui sejumlah agenda penting, di antaranya pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, penggunaan laba bersih perseroan, penunjukan akuntan publik untuk tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.
Pada sesi Public Expose, manajemen memaparkan strategi bisnis dan rencana investasi yang akan dijalankan sepanjang 2026. Presiden Direktur PT Gozco Plantations Tbk, Kreisna Dewantara Gozali, mengatakan perseroan telah menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp161 miliar.
“Capex tersebut akan difokuskan untuk mendukung pengembangan perkebunan dan penguatan aset operasional guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha,” ujar Kreisna.
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp93 miliar dialokasikan untuk kegiatan penanaman baru, program peremajaan tanaman (replanting), serta perawatan tanaman belum menghasilkan (TBM). Sementara Rp68 miliar lainnya akan digunakan untuk investasi aset tetap guna mendukung operasional perusahaan.
Di tengah tantangan industri sawit, Gozco mengakui kinerja penjualan pada kuartal I 2026 mengalami tekanan. Perseroan mencatat penurunan penjualan sekitar 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring melemahnya harga crude palm oil (CPO) di pasar.
Meski demikian, manajemen tetap optimistis terhadap prospek industri kelapa sawit dalam jangka panjang. Perseroan akan terus berfokus pada peningkatan produktivitas kebun, efisiensi biaya operasional, dan penguatan tata kelola perusahaan untuk menjaga daya saing.
Dalam pemaparannya, Gozco juga menyoroti perjalanan bisnis perusahaan yang dimulai sejak tahun 1999 melalui akuisisi PT Suryabumi Agrolanggeng. Sejak saat itu, perseroan terus melakukan ekspansi melalui akuisisi strategis, pembangunan pabrik kelapa sawit, peningkatan kapasitas produksi, hingga melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham (IPO) pada 2008.
Komitmen terhadap praktik perkebunan berkelanjutan juga terus diperkuat. Pada 2025, salah satu anak usaha perseroan, PT Cahya Vidi Abadi, berhasil memperoleh Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), melengkapi sejumlah unit usaha lainnya yang telah lebih dahulu mendapatkan sertifikasi tersebut.
Perseroan meyakini bahwa investasi yang berfokus pada peremajaan tanaman, peningkatan produktivitas, serta penguatan aset operasional akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di masa mendatang.
Adapun susunan manajemen PT Gozco Plantations Tbk saat ini adalah Presiden Komisaris Tjandra Mindharta Gozali, Komisaris Dr. Harijanto, Komisaris Independen Jazid, serta jajaran direksi yang dipimpin Presiden Direktur Kreisna Dewantara Gozali bersama Andrew Michael Vincent, Jamal Rosyidin Hakki, dan Marvin Herbert Wibisono. (L)


















